Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juni 28, 2013

Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat

            Salah satu fenomena yang sering terjadi di masyarakat muslim adalah antusiasnya seorang muslim melaksanakan puasa dan sholat fardhu pada bulan romadhan saja atau hanya berpuasa saja tapi tidak sholat. Nah apakah hukum orang tersebut..? mari kita simak fatwa para ulama berikut ini.

1.      Fatwa Lajanah Daimah

Soal: Apabila seseorang antusias dalam melaksanakan puasa romadhan dan sholat di bulan romadhan saja, akan tetapi apabila bulan romadhan sudah berakhir maka berakhir pula sholatnya, apakah sah puasanya?

Jawab: Sholat adalah salah satu rukun Islam dan bahkan rukun Islam yang kedua setelah mengucapkan syahadatain. Sholat adalah kewajiban bagi setiap individu. Barangsiapa meninggalkannya karena mengingkari kewajibannya atau karena meremehkan dan malas maka ia telah kafir.

Adapun orang yang berpuasa di bulan romadhan dan sholat di bulana romadhan saja ini adalah suatu pengkhianatan kepada Allah. Sungguh buruknya suatu kaum yang tidak mengetahui hak Allah kecuali pada bulan romadhan saja, maka tidak sah puasa mereka jika mereka tetap meninggalkan sholat di luar bulan romadhan.

~ Lajnah Daimah, Fadhoil Romadhan ~

2.      Fatwa syaikh Abdul Aziz bin Baz

Soal: Apakah hukum orang yang berpuasa sedang dia meninggalkan sholat? Apakah puasanya sah?

Jawab: Pendapat yang benar adalah bahwa orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja adalah kafir dengan kakafiran yang besar, bersamaan dengan itu tidak sah puasanya dan juga ibadah-ibadah lainnya sampai ia bertaubat kepada Allah swt, berdasarkan firman-Nya: “Seandainya mereka berbuat syirik, pasti gugurlah semua (amal sholeh) yang telah mereka lakukan.” (QS. Al-An’am: 88). Dan ayat-ayat yang semakna dengannya.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ia tidak kafir dengan meninggalkan sholat dan tidak batal puasanya dan tidak pula ibadah yang lainnya, jika ia masih meyakini kewajibannya (sholat).

Tidak batal puasanya dan juga ibadah lainnya apabila ia masih menetapkan kewajiban sholat, namun ia meninggalkannya karena faktor meremehkan dan malas.

Yang benar adalah pendapat pertama yaitu ia kafir dengan sebab meninggalkan sholat dengan sengaja meskipun ia masih mengakui kewajibannya, berdasarkan dalil yang banyak sekali, antara lain;

Sabda Nabi saw: “Sungguh (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim) dari jalur Jabir bin Abdillah rd.

Juga sabda Nabi saw: “Perjanjian antara kami dengan mereka (orang kafir) adalah sholat, barangsiapa meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan Ahlus Sunan yang empat dengan sanad yang shahih) melalui jalur Buraidah bin al-Hushain al-Aslami.

Dan Imam Ibnul Qayyim rh telah memaparkan permaslahan ini dalam bukunya yang khusus membahas tentang hukum-hukum sholat dan orang yang meninggalkannya. Dan itu buku yang bermanfaat dan baik untuk dibaca dan diambil faedah darinya.

~ Syaikh Ibnu Baz, Fadhail Romadhan ~

 

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman