Seputar Orang Yang Tidak Wajib Berpuasa (bagian 1) - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juni 08, 2018

Seputar Orang Yang Tidak Wajib Berpuasa (bagian 1)

Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, agama yang sangat memperhatikan kemaslahatan pemeluknya, sehingga Islam tidak membebankan syariat kepada hamba yang tidak sanggub mengembannya. Oleh karena itu, ada diantara hamba  yang tidak diwajibkan baginya berpuasa antara lain:

1.       Orang kafir. Tidak wajib baginya berpuasa. Apabila dia masuk Islam di tengah hari, maka wajib baginya menahan sisa harinya dan tidak ada qodho’ baginya, baik hari tersebut atau hari-hari sebelum dia masuk Islam.

2.       Anak kecil (belum baligh). Tidak wajib baginya untuk berpuasa, akan tetapi hendaklah orang tuanya memotivasinya untuk berpuasa agar terbiasa.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat Nabi n. Sebagian para ulama berpandangan bahwa anak kecil yang berumur sembilan tahun dianjurkan untuk berpuasa jika dia mampu. Sebagian yang lain berpendapat agar dipukul (dengan tujuan mendidik bukan melukai) apabila berumur sepuluh tahun sebagaimana halnya sholat, sedangkan pahala puasa tersebut didapat oleh si anak dan juga orang tuanya yang telah mendidiknya.

Apabila seseorang baik laki-laki maupun wanita telah mencapai usia baligh di siang hari di bulan Romadhon, maka wajib baginya untuk berpuasa dan tidak wajib mengqodho’ hari tersebut jika sebelumnya dalam keadaan tidak berpuasa.

3.       Orang gila, tidak diwajibkan puasa baginya, tetapi jika terkadang gila dan terkadang waras, maka wajib baginya berpuasa di saat waras saja, dan apabila dia waras sedang dia dalam keadaan berbuka wajib baginya menahan karena dia termasuk orang yang wajib berpuasa saat itu, dan tidak ada qodho’ baginya.

Apabila seseorang gila di siang hari sedangkan pada malamnya ia niat berpuasa, maka sah puasanya sebagaimana orang yang pingsan karena sakit atau sebab lain, karena saat dia berniat, dia dalam keadaan sehat atau waras, begitu juga halnya orang yang kesurupan.

4.       Orang tua renta, orang sudah lanjut usia yang tidak sanggup membedakan sesuatu dari yang lain, tidak wajib baginya puasa bahkan memberi makanpun tidak. Apabila terkadang bisa membedakan dan terkadang tidak, maka wajib baginya berpuasa tatkala dapat membedakan saja.

5.       Orang yang lemah. Orang yang tidak sanggup berpuasa secara terus menerus seperti orang tua renta namun masih memiliki akal yang bisa membedakan antara ini dan itu. Begitu juga orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya, maka  tidak wajib bagi mereka berpuasa, akan tetapi bagi mereka hanya memberi makan setiap hari untuk satu orang miskin. Dalam praktek pemberian makan ada dua pilihan:

§  Membuat hidangan kemudian mengundang orang miskin sebanyak hari yang ia tinggalkan.

§  Membagikan kepada setiap orang miskin sebanyak kurang lebih 1,5 kg bahan makanan pokok (seperti beras, gandum dll). Apabila orang tersebut tidak memiliki apa-apa karena kefakirannya, maka menurut sebagian ulama tetap berada pada tanggungannya. Namun sebagian yang lain berpendapat tidak apa-apa karena dia tidak mampu.

~ Bersambung ke bagian ke 2 ~

~ Diterjemakan secara bebas dari kutaib: (تعلم فقه الصيام ( karya; Syaikh Maajid bin Su’ud dan artikel (مسالة في الصيام 70) karya; Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid ~


Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman