Seputar Qodho Puasa - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juni 28, 2013

Seputar Qodho Puasa

Seputar Qodho Puasa          Salah satu permasalahan yang sering muncul di masyarakat adalah masalah qodho’ puasa. Berikut beberapa penjelasannya.

1.     Siapa saja yang memiliki tanggungan puasa agar mengqodhonya sebanyak hari ia berbuka. Berdasarkan firman Alloh Text Box: l:“...Maka puasalah (sejumlah hari yang ditinggalkan) pada hari-hari yang lain”.(QS. al-Baqorah:185). Ketika halangan berpuasa telah hilang, maka hendaknya menyegerakan qodho, karena hal ini lebih baik dan lebih selamat agar terlepas dari tanggungannya.

2.     Tidak boleh mengakhirkan qodho puasa sampai Romadhon berikutnya (tahun depan) tanpa ada ’uzur atau halangan syar’i. Apabila ’udzur syar’i itu berlanjut sampai ia meninggal dunia sebelum ada kesempatan untuk mengqodhonya, maka tak ada tanggungan apapun atasnya.

3.     Tetapi apabila ia memiliki kesempatan untuk mengqodhonya, tapi dia menunda-nunda atau meremehkan sampai dia meninggal dunia, maka bagi para walinya dianjurkan agar berpuasa untuknya sejumlah hari dia berbuka (tidak puasa).

4.     Dibolehkan bagi sekelompok orang untuk berpuasa qodho untuknya (yang mati sebelum mengqodho puasa karena menunda-nunda atau meremehkan) sejumlah hari yang ditinggalkannya pada hari yang sama. Jika dia tidak memiliki wali atau tidak mau berpuasa untuknya, maka hendaklah walinya memberi makan orang miskin sejumlah hari yang tertinggal dan untuk setiap harinya satu orang miskin dari harta warisannya. Sedangkan apabila tidak memiliki warisan gugurlah hal itu, karena Alloh Text Box: l berfirman: “Allah tidak membebani seorangpun kecuali sesuai dengan kemampuannya”.(QS. al-Baqorah: 286).

5.    Barangsiapa yang mempunyai tanggungan puasa nadzar, maka dianjurkan kepada walinya untuk berpuasa untuknya, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits, “Bahwasanya seorang wanita mendatangi Nabi Text Box: n seraya berkata: Ibuku telah meninggal dunia sedang ia memiliki tanggungan puasa nadzar, apakah saya berpuasa untuknya? Beliau bersabda: “ Ya ”. (HR. Bukhari dan Muslim).

6.     Seorang wanita yang sudah baligh tapi merasa malu (kalau ketahuan) kemudian dia tak berpuasa, maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah Text Box: l serta mengqodho sebanyak hari yang dia tinggalkan serta memberi makan untuk setiap hari satu orang miskin, jika belum diqodho sampai datang bulan Romdhon selanjutnya. Begitu juga perempuan yang datang haid tapi ia malu lalu berpuasa dalam keadaan haid.

Wallahu A’lam 

Sumber: Kutaib: (تعلم فقه الصيام ( karya; Syaikh Maajid bin Su’ud dan artikel (مسالة في الصيام 70) karya; Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid ~

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman