Seputar Syarat Sahnya Puasa. - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juni 28, 2013

Seputar Syarat Sahnya Puasa.

Puasa adalah salah satu ibadah mulia yang diwajibkan kepada hamba-Nya yang beriman. Ibadah ini sebagaimana halnya ibadah lainnya memilik syarat dan ketentuan tertentu yang harus dipenuhi oleh seorang muslim agar ibadah tersebut diterima di sisi Allah SWT.
Berikut ini adalah beberapa hal berkaitan dengan syarat-syarat sahnya puasa seseorang.
1.     Wajib bagi seorang muslim untuk berniat puasa di malam hari sebelum fajar menyingsing, berdasarkan sabda Nabi Text Box: n:“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari maka tiada puasa baginya“.(HR. Ahmad dll, dishohihkan oleh syaikh al-Albani). Dan syarat ini hanya berlaku pada puasa wajib saja.
Adapun puasa sunnah tidak disyaratkan berniat di malam hari, artinya boleh berniat walaupun setelah fajar sudah menyingsing dengan syarat belum makan atau minum sesuatupun sebagaimana yang telah dinukil dari perbuatan Nabi Text Box: n.
2.     Barangsiapa yang mengetahui bahwa besok adalah bulan romadhon dan ia berkeinginan untuk puasa, berarti ia telah berniat melakukan puasa.
3.     Barangsiapa yang sedang menunaikan puasa wajib (seperti puasa qodho’, nadzar atau kaffaroh) tidak boleh baginya untuk membatalkannya kecuali ada uzur syar’i (seperti sakit atau bepergian jauh).
4.     Barangsiapa berniat untuk berbuka maka batallah puasanya, berdasarkan sabda Nabi saw:“Hanyasanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya”.(HR. Bukhori dan Muslim).
Akan tetapi ada sebagian ulama berpendapat bahwa tidak batal puasanya kalau hanya sekedar niat, namun agar lebih berhati-hati sebaiknya mengqodhonya.
5.     Diwajibkan puasa Romadhon bagi setiap muslim yang berakal sehat serta mampu untuk berpuasa.
Adapun bagi orang kafir, maka tidak wajib berpuasa dan tidak sah darinya. Adapun jika dia (orang kafir) masuk Islam pada pertengahan bulan Romadhon, maka wajib baginya berpuasa di sisa bulan Romadhon dan tidak ada qodho’ baginya terhadap puasa yang dia ditinggalkan dalam kekafirannya.
6.     Tidak wajib puasa Romadhon bagi anak kecil (belum baligh), namun tetap sah puasa anak kecil yang mumayyiz (bisa membedakan yang baik dari yang buruk). Akan tetapi puasanya dianggap sebagai puasa sunnah.
7.     Tidak sah puasa bagi perempuan yang sedang haid atau nifas.
Semoga bermanfaat..!
~ Diterjemakan secara bebas dari kutaib: (تعلم فقه الصيام ( karya; Syaikh Maajid bin Su’ud dan artikel (مسالة في الصيام 70) karya; Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid ~
 
 

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman