Mengajarkan Anak Dzikir Pagi dan Petang - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juli 02, 2013

Mengajarkan Anak Dzikir Pagi dan Petang

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rh berkata: “ Hati tanpa dzikirullah (dzikir kepada Allah), ibarat ikan yang dikeluarkan dari air.”
Dzikir adalah salah satu ibadah agung lagi mulia, ringan dan mudah dilakukan oleh siapa saja.
Tak ada beda antara si miskin dan si kaya, si pegawai negri maupun swasta semua bisa melakukan tanpa butuh biaya, tapi hanya bermodal semagat dan kemauan saja. Allah SWT dan Rasulullah SAW telah memerintahkan kita agar senantiasa memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah kepada Allah, dengan sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41-42). Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Di sisi lain Allah SWT dan Nabi SAW memotivasi kita untuk selalu berdzikir kepada-Nya dengan menjelaskan keutamaan dan keistimewaan berdzikir, antara lain:

1.      Dzikir akan menentrankan hati

Hati yang jauh dari berdzikir kepada Allah SWT akan menjadi gersang dan keras. Sehingga ketentraman dan ketenangan akan sulit diperolehnya. Karena dzikir adalah penawar hati yang luka dan mata air bagi qalbu yang gersang lagi bernoda. Allah SWT telah berfirman dalam kitab-Nya: “Ketahuilah bahwa dengan berdzikir kepada Allah hati-hati akan tentram.” (QS. Ar-Ra’d: 28 )

2.      Dzikir adalah tanda kehidupan hati seseorang

Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Robbnya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Robbnya seperti orang hidup dan orang mati.”(HR. Bukhari). Ya, Rasulullah SAW telah memvonis mereka yang tidak berdzikir kepada Allah dengan kematian hatinya meskipun jasadnya bergentayangan dimana-mana. Dan sebaliknya, orang yang senantiasa berdzikir kepada-Nya adalah orang yang hidup hatinya meskipun ia tergeletak di atas tempat tidurnya karena sakit yang dideritanya.

3.      Kemenangan akan diraih oleh orang yang berdzikir

Dalam suatu kesempatan, Rasulullah SAW bersama para sahabatnya tengah berjalan-jalan di suatu tempat, kemudian beliau SAW bersabda: “Menanglah al-Mufarridun, para shohabat bertanya, apa al-Mufarridun wahai Rosululloh? Beliau bersabda: “Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Alloh.” (HR. Muslim)

4.      Alloh SWT telah menyediakan ampunan dan pahala berlimpah bagi orang yang berdzikir.

Pahala adalah harapan setiap muslim. Ia merupakan motivator utama yang mendorong seorang muslim agar meperbanyak amal sholeh dimana dzikir bagian darinya.

Alloh SWT berfiman: “Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. al-Ahzab: 35)

Macam-Macam Dzikir

Secara umum dzikir bisa dibagi menjadi dua macam, pertama; dzikir mutlak yaitu dzikir yang tidak terikat dengan waktu dan yang kedua; dzikir muqayyad yaitu dzikir yang terikat dengan waktu. Diantara contoh dzikir muqayyad atau yang terikat dengan waktu adalah dzikir pagi dan petang. Dan ia salah satu sunnah Rasulullah SAW yang hendaknya kita ikuti dan lestarikan.


Metode Mengajarkan Anuhak Dzikir Pagi dan Petang

1.      Memahamkan anak tentang keutamaan dan faidah dzikir bagi dirinya

Terkadang si anak enggan melakukan apa yang diperintahkan oleh orang tuanya karena ia tidak atau belum paham faidah atau keutamaan hal tersebut bagi dirinya. Oleh karena itu, ketika kita ingin mengajarkan anak dzikir pagi dan petang hendaknya kita memahamkan dan mengenalkan kepadanya tentang faidah dzikir. Misalnya, kita katakan kepada si anak, ‘Nak dzikir pagi petang ini bisa menjadi penjagaan bagimu, setan ngak mau dekat ama kamu nak’ atau ‘Adek tau gak surga.? surga itu adalah sebuah tempat yang dipenuhi beragam kenikmatan, disana itu tersedia apa yang kita inginkan, ada buah-buahaan, aneka minuman, ada istana, kasur yang empuk dan nyaman, Adek mau ngak surga? jika adek mau, maka jangan lupa  baca dzikir pagi petang ya.’

2.      Mengajarkan mereka secara bertahap

Mengajar sesuatu secara bertahap adalah salah satu metode yang sangat bagus dalam dunia pendidikan. Kita tau bahwa dzikir pagi dan petang terdiri dari bebrapa poin dzikir, jika poin-poin dzikir tersebut diajarkan sekaligus maka dikhawatirkan, akan membuat si anak kesulitan dan akhirnya enggan untuk belajar. Oleh karenanya, ajarkan anak satu poin demi satu poin, dan dahulukan dzikir yang pendek dan mudah dibaca atau dihafal.

3.      Berikan qudwah hasanah bagi mereka

Si anak akan lebih mudah menuruti perintah orang tuanya jika si anak melihat langsung bahwa ternyata orang tuanya juga melakukan hal yang ia perintahkan kepadanya. Dan tidak mengapa jika orang tua berkata kepada anaknya, ‘adek dah dzikir belum? kalau ummi mah udah.’

4.      Memotivasinya dengan memberikan hadiah yang menarik

Ya, nama anak-anak biasanya senang dan gembira jika dia dikasih sesuatu, baik berupa mainan atau makanan. Maka, manfaatkan hal tersebut untuk memotivasi mereka agar membaca dzikir pagi dan petang. Katakan saja kepada si anak, ‘kalau adek baca dzikir pagi dan petang, nanti bapak beliin kamu buku tulis yang cantik, misalnya.

5.      Dahulukan poin dzikir yang dibaca pada pagi dan petang

Jika anda memperhatikan dalam buku kumpulan dzikir pagi dan petang, anda akan mendapatkan disana ada poin dzikir yang khusus dibaca diwaktu pagi saja, ada juga yang khusus dibaca di waktu petang saja dan ada juga yang dibaca di waktu pagi dan sore, seperti membaca ayat kursi (surat al-Baqaroh: 255), surat al-Ikhlas, an-Naas, al-Falaq, sholawat kepada Nabi SAW , tasbih dan lain-lai.

6.      Membekali anak dengan buku dzikir praktis

Alhamdulillah, di zaman ini banyak sekali buku dzikir pagi dan petang yang berukuran kecil (buku saku) tersebar di toko-toko buku terdekat. Kita bisa pilih salah satunya untuk diberikan kepada si anak sebagai panduan dan agar lebih memudahkan baginya.

7.      Bersabar dan berdoa

Perlu kita camkan bahwa mendidik atau mengajar bukan profesi dan aktivitas yang mudah dan gampang. Tetapi mendidik adalah profesi yang sulit, tidak cukup bermodal ilmu saja tapi seorang pendidik harus membekali dirinya dengan kesabaran yang tinggi dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam melakukan aktivitas mulia ini.

Terakhir, hendaknya orang tua selalu ingat bahwa doanya untuk anak-anaknya tidak akan ditolak atau mustajab. Maka sepatutnya orang tua memperbanyak doa untuk anaknya agar dimudahkan dalam menjalankan setiap ajaran Islam dengan penuh ketundukan dan totalitas. Semoga Allah SWT mewujudkan setiap cita-cita para orang tua yang ingin anaknya menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin. Wallahu A`lam
~ Pernah dimuat di majalah Gerimis ~

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman