Metode Mengajarkan Anak Berpuasa - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juli 02, 2013

Metode Mengajarkan Anak Berpuasa

metode mengajarkan anak berpuasa
Tentu bulan Romadhon adalah satu bulan yang begitu familiar di setiap telinga kaum muslimin tak terkecuali anak-anak. Kerinduan mereka akan kehadirannya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, mereka begitu ceria saat sang bulan sudah di ambang pintu. Ia adalah sang tamu yang sangat dinanti-nanti. Kenapa demikian,,? Karena ia hadir di tengah-tengah mereka dengan membawa banyak bingkisan berharga berupa keberkahan dan keutamaan. Bulan Romadhon adalah madrasah robbaniyah, madrasah yang memiliki multi fungsi, mentarbiyah pribadi muslim, menyediakan berbagai kebaikan dan beragam keutamaan serta meningkatkan kualitas keimanan.

Madrasah ini tidak seperti umumnya madrasah-madrasah lainnya. Madrasah ini adalah madrasah ilahiyah, madrasah yang dinaungi oleh cahaya keimanan dan ketaqwaan. Di madarasah tersebut, seorang muslim akan dibimbing dan dituntun agar menjadi orang-orang yang tunduk dan patuh terhadap aturan-aturan Alloh l. Dia dididik supaya menjadi pribadi yang sabar dan tangguh dalam menjalankan perintah-perintah dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Perwujudan akhlak islami pada diri-diri kaum muslimin juga menjadi target utama dari madrasah mulia ini, sehingga alumnus dari madrasah robbaniyah ini akan meraih gelar yang tidak dikeluarkan oleh universitas manapun di dunia ini yaitu gelar taqwa. Dan inilah sejatinya tujuan akhir dari pensyari’atan ibadah puasa bagi para hamba-Nya yang beriman.

Metode Mengajarkan Anak Berpuasa

Salah satu ibadah mulia yang diwajibkan di bulan romadhon bagi kaum muslimin adalah shoum (puasa). Sehingga hal yang harus mendapat perhatian khusus dari para orang tua dan para pendidik adalah mengajarkan anak-anak mereka berpuasa, sekalipun pada dasarnya bagi mereka bukanlah suatu kewajiban, tetapi tidak ada salahnya bahkan sangat dianjurkan untuk mengajarkan mereka sejak dini agar terbiasa dan terlatih, sehingga ketika mereka sudah beranjak dewasa akan terasa lebih mudah dan ringan bagi mereka.

Tidak syak lagi, bahwa -setelah taufiq dari Alloh l,,- kesuksesan dalam pentarbiyahan sangat bergantung pada tips atau metode yang digunakan dalam proses amal tarbawi tersebut. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, pengajar dan murobbi untuk memahami metode dalam pentarbiyahan ini, sehingga mampu mewujudkan target yang telah dicanangkan. Berikut ini akan disebutkan beberapa metode dalam mengajarkan anak berpuasa, dengan harapan bisa menjadi bimbingan bagi murobbi atau orang tua dalam mentarbiyah buah hatinya. 

1.      Memberikan qudwah hasanah

Para ulama telah bersepakat bahwa qudwah hasanah (teladan yang baik) merupakan salah satu metode yang sangat penting dan unggul dalam mendidik atau membina sang anak terutama dalam permasalahan agama. Bahkan mendidik dengan metode ini, justru lebih besar pengaruhnya daripada hanya dengan ucapan semata tanpa disertai qudwah. Dan bagi orang tua yang menginginkan anaknya sholeh dan taat kepada Alloh, maka hendaknya ia memberikan contoh atau teladan yang baik bagi anak-anaknya, karena jiwa sang anak itu lebih suka meniru apa-apa yang dilihatnya.

Sebagai contoh, anak-anak yang sering nongkrong di depan kotak ajaib (televisi) serta melihat film-film karate misalnya, maka si anak akan meniru gerakan-gerakan yang dia lihatnya itu. Anak-anak yang sering nonton artis-artis yang mengumbar aurat, juga akan ditiru oleh si anak, dan ini adalah realita. Maka, berhati-hatilah wahai para orang tua! Jangan sampai anak-anak kita terserang oleh virus qudwah saiyiah (contoh yang buruk), karena virus tersebut akan membawa dampak negatif pada diri si anak. Oleh sebab itu, hendaknya orang tua senantiasa memperhatikan sekaligus memberikan qudwah hasanah bagi para buah hatinya.

2.      Memotivasi anak dengan memberi hadiah

Disamping suka meniru apa-apa yang dilihatnya, sang anak juga menyimpan kerinduan  dan kesenangan terhadap sesuatu pemberian baik dari orang tua atau yang lainnya. Oleh kerena demikian, dalam proses pentarbiyahan, tidak mengapa bagi orang tua dan murobbi mengimi-imingi hadiah jika si anak mau melakukan satu ibadah tertentu. Salah seorang salaf pernah berkata kepada anaknya “wahai anakku, hafalkan satu hadits, saya berikan satu dirham (salah satu mata uang di zaman dahulu)”. Dengan cara demikian, si anak akan lebih termotivasi dan semangat untuk melaksanakan apa yang kita inginkan.

Dalam hal ini, jika seorang ayah atau ibu misalnya berkata kepada anaknya, “nak, kalau besok kamu mau berpuasa, bapak akan berikan hadiah buat kamu” atau “ nak, kalau puasa kamu sempurna, ibu belikan kamu buku tulis yang cantik” dan seterusnya. Dan perlu diingat, jangan sampai orang tua berbohong kepada si anak, kalau anda berjanji mau kasih hadiah, maka penuhilah janji tersebut. Tapi, jika dikhawatirkan tidak mampu memenuhi janjinya, hendaknya menjanjikan sesuatu yang mudah dijangkau oleh orang tua, agar tidak terjatuh dalam kedustaan. 

3.      Tadarruj

Tadarruj (bertahap) dalam pengajaran juga merupakan perkara penting yang harus dimengerti oleh orang tua atau murobbi. Bertahap yang penulis maksudkan adalah jika sang anak sudah mulai berpuasa, ternyata pada siang harinya, ia menyerah. Artinya, tidak sanggup untuk meneruskannya hingga waktu berbuka. Maka orang tua jangan memaksakannya, biarkan dia berbuka, karena dia sedang latihan. Insya Alloh, jika hari ini dia mampu berpuasa setengah hari, insya Alloh besok bisa diupayakan agar lebih meningkat lagi.

4.      Memberikan mainan atau mengajak bermain

Secara umum si anak memang suka atau doyan dengan yang namanya permainan. Dan sarana ini bisa dijadikan sebagai sarana pendukung dalam pembiasaan si anak dalam menyempurnakan puasa. Misalnya, jika si anak meminta makanan atau sejenisnya, maka orang tua bisa melalaikannya dengan memberikan mainan atau main-main ke tempat wisata terdekat agar keinginan si anak untuk makan terlupakan.

Dan hal ini pun pernah dilakukan oleh sebagian para sahabat g, dimana mereka menyuruh anak-anaknya agar berpuasa, jika mereka mengadu ingin berbuka, maka mereka diberikan mainan agar mereka tersibukkan dengan mainan itu hingga tibanya waktu berbuka.

5.      Bersabar

Dalam realita dunia pendidikan, ternyata mendidik atau mentarbiyah tidak semudah seperti yang kita bayangkan. Terkadang sang anak memiliki akhlak yang tidak baik atau bahkan enggan untuk menuruti perintah dan justru lebih gemar melakukan hal-hal yang dilarang. Ya, ini suatu masalah. Akan tetapi, hendaknya orang tua atau murobbi tidak berputus asa menghadapi problem ini bahkan ia harus optimis serta terus dan terus untuk mengarahkan si anak dengan selalu didampingi oleh sikap sabar yang tinggi.

Kesabaran dalam mendidik, bahkan dalam segala hal merupakan jembatan menuju kesuksesan. Kesuksesan akan sulit dicapai jika amunisi kesabaran berkurang atau bahkan habis total. Maka hendaknya seorang murobbi atau orang tua memilik stok kesabaran yang banyak, sehingga hambatan dalam mendidik akan teratasi dengan baik.

6.      Berdoa

Tidak sedikit dari orang tua yang mengadu tentang kebandelan anaknya, susah diatur lah dan lain sebagainya. Dan mungkin diantara mereka ada yang kebingungan bahkan depresi memikirkan kondisi anaknya. Segala metode telah diterapkan dan bisa jadi diantara mereka sudah mengetuk semua pintu para spesialis dalam bidang pendidikan anak atau yang semisalnya, tapi tidak ada faidah.

Wahai para orang tua, penulis ingin bertanya, sudahkah anda mengetuk pintu langit? Pernahkah Anda mengadu semua problem yang anda hadapi kepada sang yang Mahakuasa? Bukankah anda tahu bahwa hati setiap hamba diantara jari jemari-Nya? Dia mampu membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya??. Saudaraku, sampaikanlah semua keluhanmu dan masalahmu kepada sang Mahakuasa! Mintalah pertolongan kepada-Nya dalam menghadapi setiap problematika itu, niscaya Anda akan melihat hasil yang menggembirakan, insya Alloh.

Wallahu A’lam                                                       ~ Pernah dimuat di makajalah Gerimis ~

 
  

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman