Permasalahan Seputar Puasa (bagian 1) - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Mei 22, 2018

Permasalahan Seputar Puasa (bagian 1)

Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering muncul ketika seorang muslim melaksanakan ibadah puasa antara lain;
Pertama: Permasalahan terkait orang yang melakukan hubungan suami istri di siang hari pada bulan romadhan.
1. Seorang isteri yang dipaksa suaminya untuk bersetubuh tidak ada baginya kafarat, karena ia terpaksa atau bukan berdasarkan keinginannya. 
2. Barang siapa yang mengetahui bahwa bersetubuh di siang hari bulan Romadhon adalah haram, akan tetapi dia tidak tahu tentang wajibnya kafarat bagi pelakunya, maka kafarat tetap berlaku baginya.
3. Barang siapa yang ingin bersetubuh dengan istrinya, tapi di awali dengan berbuka dengan makan atau minum, maka hal ini lebih buruk lagi karena dia telah merendahkan kehormatan bulan Romadhon dua kali.
4.  Apabila pasutri (pasangan suami istri) sedang besetubuh, tiba-tiba fajarpun menyingsing, maka wajib bagi mereka segera menyelesaikannya. Adapun puasanya tetap dihukumi sah, sekalipun keluar mani setelah itu. 5. Adapun jika diteruskan (bersetubuh) sedang fajar sudah muncul, maka batallah puasa keduanya dan wajib bagi keduanya bertaubat serta membayar kafarat seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
6. Jika seseorang berpuasa qadho’ (mengganti puasa Romadhon) kemudian terjadi persetubuhan pada hari itu, maka tidak ada baginya kafarat, karena kafarat itu berlaku hanya di bulan Romadhon.
7. Apabila persetubuhan berulang kali, hal ini tidak keluar dari tiga keadaan: Pertama: apabila hal ini terulang pada hari yang sama sedang dia belum membayar kafarat jimak yang pertama, maka cukup baginya membayar kafarat satu kali saja. Kedua: adapun jika dia telah membayar kafarat jimak yang pertama kemudian melakukan jimak lagi, maka diharuskan baginya membayar kafarat yang kedua, sekalipun jimak yang kedua terjadi pada hari yang sama. Ketiga: apabila terjadi persetubuhan di hari yang berbeda, maka wajib baginya membayar kafarat untuk setiap harinya, karena setiap hari adalah ibadah yang terpisah.
    Wallahu A'alam
Sumber: Kutaib: (تعلم فقه الصيام ( karya; Syaikh Maajid bin Su’ud dan artikel (مسالة في الصيام 70) karya; Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid ~

==================
ARTIKEL: WWW.ELMAJALIS.COM

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman