Kisah: Rahasia Setan Terungkap - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juli 02, 2013

Kisah: Rahasia Setan Terungkap

Salah seorang sahabat  Nabi n yang dikenal dengan sebutan Abu Hurairoh a pernah bercerita. Ia berkata: Rosululloh n menyerahiku tugas untuk menjaga zakat Romadhon (zakat fitrah). Kemudian pada suatu malam ada seseorang yang datang, lalu ia mulai mengambil makanan. Maka aku menangkapnya, lalu aku berkata, “Aku pasti akan menyerahkanmu kepada Rosululloh n.” Ia (lelaki tersebut) berkata, “Aku adalah orang yang membutuhkan dan aku memiliki tanggungan keluarga. Aku juga memiliki kebutuhan yang mendesak.” Maka aku pun melepaskannya. Lalu ketika pagi tiba, Rosululloh n bersabda, “Wahai Abu Hurairoh, apa yang dilakukan oleh orang yang engkau tangkap tadi malam?” Aku menjawab, “Wahai Rosululloh, ia mengadu tentang kebutuhannya dan keluarga yang mendesak, maka aku kasihan kepadanya lantas aku melepaskannya.” Lalu beliau n bersabda, “Ia telah membohongimu dan ia akan kembali lagi.”
            Maka aku tahu bahwa ia akan kembali lagi, berdasarkan sabda Rosululloh n. Lantas aku mengintipnya, dan ia pun datang mengambili makanan. Aku berkata,
“Aku pasti akan menyerahkanmu kepada Rasulullah n.”
“Biarkanlah aku, aku ini orang yang membutuhkan. Aku memiliki tanggungan keluarga. Aku tidak akan kembali lagi.” Janjinya.
Maka aku mengasihaninya lalu melepaskannya. Pada pagi harinya, Rosululloh n bertanya kepadaku, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan orang yang engkau tangkap semalam?” aku menjawab, “Wahai Rosululloh, ia mengaku bahwa ia memiliki keperluan dan keluarga, maka aku kasihan lalu melepaskannya.” Kemudian beliau n berkata, “Ia telah membohongimu dan ia akan kembali lagi.”
Maka aku pun mengintipnya untuk yang ketiga kalinya. Ia pun datang mengambil makanan. Aku lalu menangkapnya, kemudian berkata, “Aku pasti akan menyerahkanmu kepada Rosululloh n dan ini adalah ketiga kalinya engkau mengaku tidak akan kembali lagi.” Maka ia berkata, “Lepaskanlah aku, karena aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Alloh jadikan bermanfaat untukmu.” Aku bertanya menyelidik, “Apakah itu?” Ia berkata, “Apabila engkau pergi tidur, maka bacalah Ayat Kursi, maka aka nada terus penjagaan dari Alloh dan setan tidak dapat memdekatimu sampai waktu pagi.” Lalu aku membiarkannya pergi.
Ketika pagi hari, Rosululloh n berkata kepadaku, “apa yang dilakukan orang yang engkau tangkap semalam?” Aku menjawab, “Wahai Rosulullah, ia mengaku bahwa ia bisa mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang bermanfaat untukku, kemudian aku membiarkannya pergi.” Beliau bertanya, “Apakah itu?” aku menjawab, “Ia berkata kepadaku, ‘Apabila engkau mau tidur, maka bacalah Ayat Kursi dari awal sampai akhir: “Allohu la ilaha illa huwal hayyul qayyum.’ Dan ia berkata kepadaku, ‘Akan terus ada penjaga dari Alloh atas kamu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” Maka Nabi n berkata, “Ia telah berkata jujur kepadamu walaupun ia sang pendusta. Tahukah engkau siapa yang berbicara kepadamu itu sejak tiga hari yang lalu, wahai Abu Hurairoh??” Aku menjawab, “Tidak.” Rosululloh n berkata, “Itu adalah setan.” (HR. al-Bukhori)
Dalam hadits di atas mengandung banyak pelajaran dan faidah yan sangat berharga antara lain; Pertama, setan memiliki kemampuan untuk menjelma dalam bentuk manusia dengan izin Alloh l. Kedua, Besarnya rasa kasih sayang Abu Hurairoh a terhadap orang yang membutuhkan. Ketiga, ketika setan telah menjelma dalam bentuk manusia, iapun bisa melakukan perbuatan tertentu sebagaimana halnya manusia. Keempat, Rosululloh n memberikan tuntunan kepada kita bahwa kebenaran itu harus diambil dari siapapun ia datang meskipun dari setan. Kelima, keutaamaan ayat kursi (QS. al-Baqaroh [2]:255) yang dibaca saat mau tidur.
Sebagai tambahan bahwa membaca surat al-Baqaroh juga mampu mengusir setan dari rumah-rumah kita, sebagaimana sabda Rasululloh n, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqaroh di dalamnya.” (HR. Muslim)
Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian dan kita memohon kepada Alloh l agar melindungi kita dan keluarga kita dari godaan setan yang terkutuk. Wallahu A’lam
 Sumber: Riadhus Sholihin, Karya al-Imam an-Nawawi.
~Pernah dimuat di majalah Gerimis ~

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman