Seputar Puasa Orang Sakit - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juli 08, 2013

Seputar Puasa Orang Sakit

puasa orang sakit
Tidak sedikit diantara kaum muslimin yang menderita sakit, baik sakitnya ringan maupun berat. Oleh sebab itu, berikut ini kita akan menjelaskan beberapa permasalahan terkait dengan orang sakit yaitu sebagai berikut:
Orang sakit yang diharapkan kesembuhannya ada tiga keadaan yaitu:
1. Tidak memberatkan dan membahayakanya saat berpuasa, maka wajib baginya berpuasa karena tidak ada sebab yang membolehkan dia berbuka.
2. Memberatkan tapi tidak membahayakannya saat berpuasa, maka boleh baginya berbuka, berdasarkan firman Allah,,“Barang siapa yang sakit atau safar (boleh baginya berbuka) kemudian hendaklah dia mengqodho’nya di hari yang lain”. (QS. Al-Baqorah:185). Dan makruh hukumnya jika ia berpuasa karena ia di anggap menyiksa diri.
3. Membahayakan dirinya jika berpuasa, maka wajib baginya untuk berbuka dan haram baginya berpuasa. Berdasarkan firman Allah. “Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri sesungguhnya Allah maha penyayang terhadap kalian”.(QS. An-Nisa’:29).

Masalah Lainnya 
   a. Orang yang menderita sakit lantas ia tidak berpuasa di bulan Romadhon, sementara ia menunggu kesembuhan agar bisa mengqodho’nya, kemudian tampak baginya bahwa sakitnya itu tidak diharapkan kesembuhannya, maka yang wajib baginya adalah memberi makan untuk setiap harinya satu orang miskin. Adapun apabila orang sakit sembuh pada tengah hari, maka hukumnya seperti hukum orang musafir yang datang pada tengah hari (dalam keadaan berbuka), maka boleh baginya tidak berpuasa, tetapi wajib baginya mengqodho’ hari tersebut.
    b. Apabila seorang dokter yang terpercaya menyatakan bahwa, jika dia berpuasa akan menyebabkan dia sakit atau memperlambat kesembuhannya, maka boleh baginya berbuka untuk menjaga kesehatannya kemudian mengqodho’nya apabila kekhawatirannya hilang.
    c. Barangsiapa yang menunggu kesembuhan dari sakit (yang diharapkan kesembuhannya) kemudian meninggal sebelum sempat mengqodho’nya, maka tidak ada kewajibiban apapun  atasnya dan juga para walinya.
    d. Barang siapa sakitnya menahun kemudian dia berbuka (kerena tidak sanggup berpuasa) lalu memberi makan kepada orang miskin. Kemudian seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu kedokteran diketahui bahwa sakitnya bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi obat tertentu, kemudian diapun mengkonsumsikannya ternyata sembuh dengan izin Alloh, maka tak ada masalah berkenaan dengan apa yang dia lakukan di masa lalu.
~ Sumber: Buku (تعلم فقه الصيام ( karya; Syaikh Maajid bin Su’ud dan artikel (مسالة في الصيام 70) karya; Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid ~

 

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman