Kisah Nyata: Seorang Pemudi Hamil Padahal Ia Akan Menikah Tiga Bulan Lagi - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

April 19, 2018

Kisah Nyata: Seorang Pemudi Hamil Padahal Ia Akan Menikah Tiga Bulan Lagi

Kisah ini saya tujukan kepada para pemudi atau akhwat yang belum menikah dan juga kepada para orang tua yang memiliki anak perempuan dan semua saidaraku yang mempunyai saudara perempuan....!!
Renungilah kisah ini semoga ada hikmah yang bisa diambil...!!
*** ^^ *** ^^
Tiga bulan lagi, ia akan melangsungkan pernikahan, ya, tidak lama lagi ia akan menikah, ia akan menjalani hidupnya bersama suami tercinta, ia akan meraih kebahagiaan hidup berumah tangga .... dan .... dan ....!!
Tapi yang sangat disayangkan, meskipun ia akan menikah tiga bulan lagi, ia masih memiliki hubungan haram, ia masih berpacaran dengan teman laki-lakinya.
Teman perempuannya selalu menasehatinya, “wahai fulanah, kamu sebentar lagi akan menikah, kamu seorang perempuan yang sudah dipinang oleh seorang laki-laki yang menginginkanmu dengan jalan yang halal.” Tapi tak ada faidah, ia terus dan terus dalam hubungan haramnya.
Lantas apa yang terjadi....??
*
*
Ternyata musibah besar telah terjadi ...... apa itu ....??
lanjutkan membaca ......
*
*
*
Sebelum datang waktu pernikahannya, terungkaplah bahwa dia sudah hamil. Siapa yang telah menghamilinya... siapa yang telah menghamilinya ..?? simak lanjutannya .....
Teman perempuannya bertutur: “Dia menelponku seraya berkata, “kemari....kemarilah....saya berharap kamu kemari...!!”
Kemudian akupun menuju rumahnya. Aku mendapatinya sedang menangis ...
Apa yang terjadi...??
lantas aku bertanya: “kamu menangis karena waktu pernikahanmu sebentar lagi ...?? kenapa menangis disaat kamu selayaknya bergembira ....?? kamu menangis terharu karena waktu pernikahan sudah dekat...??
Dia menjawab: “Bukaaan ... musibah .... musiiiibah .... wahai fulanah.”
Aku bertanya: “musibah apa yang sedang menimpamu...”?
Dia menjawab: “jangan kasih tahu siapa-siapa,,!!
Apa yang terjadi, tanyaku lagi ...?
Dia menjawab: “Aku sudah hamil.”
Apa .... haaamil ....?! siapa yang telah menghamilimu...?
Calon sumimu .....??
Dia berkata: “bukan, calon suamiku tidak pernah mendekatiku, ia menunggu tibanya waktu pernikahan.”
Jadi, siapa ...?
Dengan suara lirih ia menjawab: “Pacarku.”
Innalillahi wainna ilaihi riji’un
~ Saudara dan saudariku yang sedang membaca kisah ini,, renungilah baik-baik .... bukankah ini adalah salah satu korban dari hasil hubungan haram antara lawan jenis .... ??? ~
Dia masih melanjutkan kisahnya .....
“Sekarang kehamilanku sudah berjalan selama sebulan, sedang waktu pernikahanku masih tiga bulan lagi.
Anehnya pembaca yang budiman ....!!
~ orang tuanya tidak ada yang tahu, para saudara dekatnya juga tidak tahu, seandainya mereka tahu mereka akan memenggal dan membunuhnya .....!!
~ Diaman tanggung jawab orang tua terhadap anaknya...?? kisah ini menunjukkan bahwa orang tuanya tidak pernah peduli dengan pergaulan anaknya ... !!
Apa yang akan dia lakukan .... ?
Teman perempuannya berkata dalam hatinya: ia adalah temanku, ia sedang hidup dalam kegelisahan dan kemurungan sedang aku masih selalu menutupi rahasianya.
Aku berusaha untuk mencari solusi untuknya, tapi aku tidak menemukannya.
Kami sudah berkonsultasi dengan beberapa dokter... dan kami juga pergi ke beberapa dokter tapi tak ada seorangpun yang mau menolong kami. Bahkan tidak ada satupun dokter yang mau menggugurkan janinnya meskipun dibayar seberapapun.
Sampai aku (teman perempuanya) menghubungi para syaikh untuk meminta solusi untuknya, tapi tak ada faidah, tidak ada jawaban yang memuaskan dari mereka ... diantara mereka ada yang diam, ada yang menghardiknya, dan ada pula yang menutup telponnya ....
Bisa jadi ini sudah takdir Allah azza wajalla.
Temanku setiap harinya hidup dalam kesengsaraan, kegundahan....
Seharusnya dia bersiap-siap untuk menyanbut hari pernikahannya ... mencari pakaian untuk malam pertama ....
Seharusnya ia berfikir tentang malam pertamanya .... ke mana ia akan pergi setalah menikah....
Seharusnya dia hidup dalam kegembiraan yang tidak ada yang tahu kebagiaan itu kecuali Allah...
Dia bertutur: aku hidup dalam kegalauan dan kemurungan.
Teman perempuannya melanjutkan kisah temannya .....
Pada suatu hari, ibunya menghubungiku sambil menangis, lantas berkata, ‘wahai fulanah, tahukah kamu kabar temanmu..? aku menjawab, ya,  semalam aku pernah bersamanya.
Apakah kamu tahu apa yang terjadi...??
Aku menjawab, tidak ... kabar baik Insya Allah wahai saudariku (ibu) .....
Ibunya berkata, kami tidak tahu, ketika kami masuk kedalam kamarnya pada waktu pagi, kami mendapatinya tergeletak di lantai.
Kemudian kami melarikan dia ke rumah sakit .... tapi para dokter mengatakan bahwa sebenarnya dia sudah mati sejak tadi malam.
Akupun menangis... bagaimana ia meninggal, tanya ku?
Kata dokter, ia mati kerena mengkonsumsi pil beracun ....
********
Ia sudah tiada, ia telah meninggal, ia telah melakukan tindakan bunuh diri ....!!!
Waktu pernikahannya tinggal 3 bulan lagi, tapi ia malah bunuh diri ... kenapa ??
Kegundahannya telah membunuhnya ....!!
Dosanya telah menghancurkan hidupnya ...!!
Kemaksiatan telah membuat dia bunuh diri ...!!
@ @ ^^ @@
Tahukah saudara dosa bunuh diri ... ??
Dia akan mempertangungjawabkan semua perbuatannya itu ... !!
Orang tuanya pun akan ditanya dan diminta pertanggung jawaban terhadap anaknya ...!!
**   ***   **   ***   **   **   ***
Mudah-mudahan kisah ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita.
Jika menurut anda kisah ini bermanfaat, maka jangan lupa di share agar teman anda pun bisa mendapatkan faidah yang sama ...!! terimakasih.
Keterangan: Kisah ini saya terjemahkan secara bebas dari salah satu ceramah syaikh Nabil al’’Awadhi. Jika anda ingin mendengar langsung, silahkan buka di link berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=0sc6jOR_9bI

====================
Artikel: www.elmajalis.com
    

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman