Pujian Allah SWT Kepada Para Shahabat Nabi SAW - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Agustus 18, 2013

Pujian Allah SWT Kepada Para Shahabat Nabi SAW

Sebagaimana yang telah kita maklumi, bahwa diantara prinsip dasar dalam agama Syi’ah adalah mencaci maki dan bahkan mengkafirkan para shahabat Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam kecuali beberapa orang saja yang bisa dihutung dengan jari.

Oleh karena itu, kita (sunni) harus memahami betul bahwa Allah swt dalam banyak ayat dalam al-Qur’an telah meridhai para shahabat (kaum Muhajirin dan Anshor) dan menetapkan bahwa mereka adalah orang-orang yang jujur.

Pertanyaan buat mereka yang doyan mencaci maki para shahabat: Apakah mungkin bagi Allah SWT meridhoi orang-orang yang sudah murtad atau kafir..??

Mustahil alias tidak mungkin bagi Allah swt meridhoi orang-orang yang murtad atau kafir, sekali lagi sungguh tidak mungkin.

Renungilah ayat-ayat berikut ini:

1.      Surat at-Taubah: 100

Artinya: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

2.      Surat al-Fath: 18

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin (para shahabat) ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon[1399], Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi Balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)[1400].
 

[1399] Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad s.a.w. beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan 'umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kaum muslimin. mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. karena itu Nabi menganjurkan agar kaum muslimin melakukan bai'ah (janji setia) kepada beliau. merekapun Mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kaum Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut Bai'atur Ridwan. Bai'atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk Mengadakan Perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan Shulhul Hudaibiyah.

[1400] Yang dimaksud dengan kemenangan yang dekat ialah kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar.
 
3.      Surat al-Fath: 29

Artinya: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia (para Shahabat) adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat. sedang sifat-sifat mereka dalam Injil, adalah seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”
 
4.      Surat al-Hasyr: 8-9

Artinya: 8. “(juga) bagi orang fakir yang berhijrah [kaum Muhajirin]yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. mereka Itulah orang-orang yang benar.

9. dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung.”
 
Itulah diantara ayat-ayat di dalam al-Qur’an al-karim yang memuji para Shahabat nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, semoga hal tersebut mengingatkan kita tentang keutamaan para sahabat Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam.

 ^^ Semoga bermanfaat ^^

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman