Taqiyyah Dalam Agama Syi'ah - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Agustus 12, 2013

Taqiyyah Dalam Agama Syi'ah

Tahukah anda apa yang mereka maksudkan dengan taqiyyah dan sejauh manakah urgensi taqiyyah itu dalam agama mereka...? mari kita simak paparan berikut ini, semoga sedikit banyaknya bisa membuka wawasan kita tentang aqidah mereka yang rusak dan menyesatkan itu.
Salah seorang tokoh kontemporer Syi’ah berkata ketika mendefinisikan kata Taqiyyah: ”Suatu ucapan atau perbuatan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan keyakinan, untuk menghindari bahaya yang mengancam jiwa, harta atau menjaga kehormatan Anda.”
Al-Kulaini menukil dalam bukunya Ushul Al-Kaafi bahwa Abu Abdullah berkata: “Hai Abu Umar, sesungguhnya sembilan puluh persen (90%) dari agama ini adalah Taqiyyah, tidak ada agama bagi yang tidak bertaqiyyah.”
Masih dalam kitab yang sama, Al-Kulaini menukil dari Abu Abdullah: “Jagalah agama kalian, tutupi dengan taqiyyah, tidak dianggab beriman seseorang yang tidak bertaqiyyah.” (Ushul Al-Kaafi, hal. 483-483, oleh : Al-Kulaini).
Dari Habib bin Bisyir berkata: “Abu Abdullah berkata, aku mendengar bapakku berkata: “Tidak, demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih aku cintai di atas permukaan bumi ini daripada taqiyyah, Wahai Habib, sesungguhnya barangsiapa yang bertaqiyyah maka Allah tinggikan derajatnya dan bararangsiapa yang tidak bertaqiyyah, Allah hinakan dia.” (Ushul Al-Kaafi. Hal. 483, Oleh. Al-Kulaini)
Ash-Shodiq berkata: “Jika kamu katakan, sesungguhnya orang yang meninggalkan taqiyyah seperti orang yang meninggalkan sholat, sungguh benar ucapanmu, dan berkata -‘alaihissalam -: “Tidak ada agama bagi yang tidak bertaqiyyah.” (Man Laa Yahdhuruhul Faqih, hal. 216).
Seorang tokoh mereka yang bernama Tajud Din Muhammad bin Muhammad Asy-Syu’airy berkata, bahwasanya Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Orang yang meninggalkan taqiyyah seperti orang yang meninggalkan sholat.” (Jami’ al-Akhbar, hal. 95).
Lahaula walaquwata illa billah, sungguh berninya sang tokoh tersebut, ia telah berudusta berdusta atas nama Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam demi menguatkan keyakinan mereka. Ya, memang tidak aneh, agama mereka dibangun di atas kedustaan.
Itulah sekilas tentang kedudukan dan urgensi taqiyyah dalam agama syi’ah. Semoga kita harus lebih waspada dan selalu waspada dengan taqiyyah mereka agar tidak terjatuh dalam perangkap sesat mereka.
Kenapa Mereka Bertaqiyyah...?? Nantikan artikel berikutnya Insya Allah.
Oleh: Ahmad bin Jamaluddin, lc
Sumber:
1.      Kitab ‘Aqaid Asy-Syi’ah, oleh, Mahmud Abdullah al-Humaid al-‘Asqalani.
2.      Dan buku “Ksesesatan Aqidah Syi’ah”, Syaikh Abdullah bin Muhammad as-Salafi.
 
 

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman