Permasalahan Seputar Keluar Mani - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

September 19, 2013

Permasalahan Seputar Keluar Mani

Kaum muslimin, terutama masyarakat awam sering kebingungan ketika berhadapan dengan masalah yang berkaitan erat dengan hal-hal yang sangat privasi seperti masalah keluarnya mani pada waktu yang tidak biasanya.
Nah berikut ini, saya suguhkan beberapa masalah yang berkaitan dengan keluarnya mani, yang saya terjemahkan secara bebas dari buku saku “kaifa taghtasil”, dengan harapan bisa lebih bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Mari kita simak pembahasannya ....
Masalah pertama:Apa hukumnya jika keluar mani tanpa disertai kenikmatan atau syahwat, tetapi karena penyakit atau cuaca yang sangat dingin ?
Jawab: Sebenarnya, dalam keadaan tertidur tidak disyaratkan adanya rasa nikmat atau syahwat ketika keluar mani, namun kapan saja seseorang mendapatkan air mani pada celananya ketika bangun maka wajib baginya mandi.
Adapun jika dalam keadaan terjaga, maka tidak wajib mandi kecuali jika air mani yang keluar disertai rasa nikmat.
Jika air mani keluar tanpa disertai syahwat, tapi dikarenakan penyakit atau dingin, maka tidak wajib baginya mandi, tapi cukup baginya wudhu’ saja.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ali rd: “Jika air manimu keluar dengan memancar (dengan kuat) maka mandilah.” (HR. Abu Dawud dll).
Masalah kedua: Seseorang bermimpi basah, tetapi ketika ia bangun di pagi hari, dia tidak mendapati air mani pada celananya, apakah dia wajib mandi?
Jawab: Tidak wajib mandi baginya, dan Ibnu Mindzir menukil ijma’ dalam masalah ini.
Masalah ketiga: Apabila seseorang bangun dari tidurnya, lantas dia mendapati air mani pada celananya sedang dia tidak ingat kalau dia pernah mimpi basah (seingat dia, dia ga mimpi basah), apakah dia wajib mandi?
Jawab: Wajibkan baginya mandi, karena biasanya keluarnya mani disebabkan mimpi basah, dan nampaknya dia pernah bermimpi basah cuma dia lupa. Pendapat ini dinukil dari Umar, Utsman, Ibnu Abbas, imam Syafi’i dan lain-lain.
Masalah keempat: Apabila seseorang bangun dari tidurnya, lantas dia menapati celananya basah sedang dia tidak tahu apakah ini mani atau madzi, apakah dia wajib mandi ?
Jawab: Pertama, dia berusaha untuk membedakan antara mani dan madzi, jika jelas baginya itu mani maka ia wajib mandi, dan jika sebaliknya, maka cukup mencuci kemaluannya saja. Kedua; jika dia tidak mampu membedakan antara keduanya, maka ia wajib mandi sebagai bentuk kehati-hatian.
Masalah kelima: Apabila keluar mani lagi setelah mandi junub, apakah dia harus mengulangi mandinya ?
Jawab: Apabila keluar mani dengan disertai syahwat, maka wajib baginya mandi menurut kesepakatan ulama. Adapun jika maninya keluar lagi tanpa disertai syahwat, maka menurut pendapat yang kuat adalah tidak wajib mengulangi mandi ketika itu.
Inilah beberapa permasalahan yang bisa dipaparkan semoga bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Wallahu A’lam
Oleh: Abu Umair, Lc
 Sumber: Buku saku “Kaifa Taghtasil” (bagaiman anda mandi), karya: Ahmad Abdu Al-‘Aali at-Tahthawi. Cetakan: Maktabah Ash-Shofa.    
 

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman