Tuntunan Praktis Dalam Berkurban (1) - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Juli 21, 2018

Tuntunan Praktis Dalam Berkurban (1)

Definisi kurban

Kurban adalah sebutan bagi setiap yang disembelih dari jenis binatang ternak berupa unta, sapi dan kambing atau domba pada hari kurban (10 Zulhijjah) dan hari-hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Zulhijjah) dengan syarat-syarat tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Landasan pensyariatannya

Dalil pensyariatannya adalah berasal dari al-Qur’an, as-Sunnah dan Ijma’. Adapun dalil al-Qur’an adalah firman Allah swt: “Maka dirikanlah sholat karena Robb-mu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2). Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud kurban di ayat tersebut adalah berkurban setelah sholat hari raya idul adha.

Dalil as-Sunnah, bahwa Anas a berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkurban dengan dua biri-biri berwarna hitam bercampur putih dan bertanduk, beliau menyembelihnya sendiri, beliau mengucapkan basmallah dan bertakbir dan meletakkan kaki beliau pada leher hewan kurban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan kaum muslimin telah sepakat akan disyariatkannya berkurban.

Keutamaan berkurban

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seorang manusia melakukan suatu amal pada hari kurban (10 Zulhijjah) yang lebih disukai dari pada menumpahkan darah (menyembelih hewan kurban). Sesungguhnya pada hari kiamat, kurban itu akan datang dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya darah benar-benar menempati suatu tempat dala pandangan Allah sebelum terjatuh ke atas bumi, maka berkurbanlah dengan hati yang lapang.” (HR. At-Tirmidzi)

Hukum berkurban

Hukum berkurban adalah sunnah atau dianjurkan alias tidak wajib. Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang shahih antara lain;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila sepuluh (pertama) dari bulan Zulhijjah telah masuk dan ssalah seorang diantara kalian ingin berkurban, maka hendaknya dia tidak memotong rambutnya dan bulunya sedikitpun.” (HR. Muslim). Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamkalian ingin berkurban, adalah dalil bahwa berkurban hukumnya tidak wajib.

Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama.

Kapan Kurban menjadi wajib ?

Berkurban akan berubah status hukumnya menjadi wajib, jika seseorang bernazar untuk berkurban. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa bernazar untuk menaati Allah, maka hendaklah ia melaksanakannya.” (HR. Bukhari).

Meskipun yang bernazanya telah meninggal, maka hendaknya ada orang yang mewakilinya untuk berkurban pada hari yang telah dinazarkan.

Jenis hewan kurban

Kurban tidak bisa dilakukan (tidak sah) kecuali dengan binatang ternak yaitu unta, sapi, biri-biri dan kambing. Berdassarkan firman Allah swt: “Supaya mereka menyebut nama Allah ketika (menyembelih) binatang ternak yang Allah karunikan kepada mereka.” (QS. Al-Hajj: 34)

Waktu menyembelih kurban

Awal waktu penyembelihan hewan kurban dimulai setelah pelaksanaan sholat hari raya idul adha selesai. Hal ini beradasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya yang kami lakukan pertama kali di hari (raya) ini adalah sholat. Kemudian kami kembali dan menyembelih hewan kurban...” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain disebutkan: “Barangsiapa menyembelih kurban sebelum sholat, maka ia hanya menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih kurban setelah sholat, maka telah sempurna ibadah (kurban) nya. Dan ia telah sesuai dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun akhir waktu menyembelih kurban menurut pendapat yang kuat adalah ketika terbenamnya matahari pada hari ketiga dari hari-hari Tasyriq.

Jadi, penyembelihan kurban bisa dilaksanakan di empat hari tersebut (hari raya idul adha dan tiga hari Tasyriq sesudahnya). Dan penyembelihan juga boleh dilakukan di malam hari.

Oleh: Abu Umair, Lc

Referensi:

1.      Kitab “Shahih fiqh as-Sunnah”, karya: Abu Malik kamal.

2.      Buku “Fiqh as-Sunnah”, karya, Sayyid Saabiq

3.      Buku saku “Tuntunan Praktis & Syar’i Berkurban”, karya, Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah.

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman