Syarah Hadits Ringkas: Besarnya Hak Tetangga - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Oktober 06, 2013

Syarah Hadits Ringkas: Besarnya Hak Tetangga

Teks Hadits (1):
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَازَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ)) .البخاري
Artinya: Dari ‘Aisyah  bahwa Rasulullah  bersabda: “Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi.” (Muttafaq ‘Alaih).
 
Kosa Kata :

مَازَالَSenantiasa:
ظَنَنْتُAku mengira:
جِبْرِيلُMalaikat Jibril:
سَيُوَرِّثُهُAkan mewarisinya:


Syarah Ringkas:
Malaikat Jibril  adalah satu-satunya malaikat yang bertugas sebagai pembawa wahyu dari Allah  yang disampaikan kepada para utusan-Nya. Dalam haidts ini, Jibril  memberikan satu pesan yang berasal dari Allah  karena malaikat Jibril tidak mungkin mengada-adakan pesan ini dari dirinya akan tetapi berdasarkan wahyu dari Allah . Pesan tersebut berisi perintah berbuat baik kepada para tetangga. Pesan atau wasiat ini senantiasa Jibril  sampaikan secara berulang-ulang sehingga Rasulullah  mengira bahwa tetangga akan mendapatkan harta warisan. Padahal pada hakikatnya tetangga tidak ada bagian sedikitpun dari harta peninggalan tetangga lainnya.
Faidah dan Hukum:
1.       Besarnya hak tetangga dalam Islam.
2.       Wasiat malaikat Jibril  pada hakikatnya adalah wahyu dari Allah .
3.       Tetangga seseorang tidak mendapat hak warisan dari tetangga lainnya.
 
Teks Hadits (2):
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ ))لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ((. مسلم
Artinya: Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda: “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Muslim).
 
Kosa Kata :

لاَ يَأْمَنُTidak aman:
بَوَائِقَهُGangguannya:


Syarah Ringkas:

Dalam kehidupan seahari-hari, bahwa orang yang paling dekat dengan tempat tinggal kita adalah tetangga. Biasanya ketika musibah menimpa, tetanggalah yang tampil membantunya, ketika kebutuhan mendesak, ke rumah tentanggalah kita mencari solusi setelah kepada Allah.

Disebabkan besarnya jasa tetangga, maka Islam memberikan hak khusus bagi para tetangga yaitu agar berbuat baik kepada mereka dengan beragam bentuknya. Oleh kerena itu, Islam sangat memperhatikan masalah ini, sehingga mengganggu atau menyakiti mereka dengan bentuk apapun, baik dengan perkataan seperti memutarkan suara radio, televisi atau bahkan suara bacaan al-Quran dengan suara keras yang membuat tertangga terganggu atau dengan perbuatan seperti membuang sampah di depan pintu atau rumahnya atau jalan yang ia lalui dan dengan bentuk gangguan lainnya. Hal ini merupakan dosa besar yang menjadi salah satu sebab pelakunya memasuki neraka jahannam.

Menyakiti tetangga adalah satu indikasi turunnya kadar keimanan seseorang dalam lubuk hatinya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat lain, Rasulullah  bersabda, “Demi Allah, Tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman!”, dikatakan kepadanya, siapa ya Rasulullah? Beliau  bersabda, “orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.”

Faidah dan Hukum:

1.       Menyakiti tetangga adalah sarana menuju neraka.

2.       Larangan menyakiti tentangga dalam bentuk apapun.

3.       Anjuran berbuat baik kepada tetangga.

4.       Neraka adalah tempat orang-orang yang bermaksiat kepada Allah .

5.       Berbuat buruk kepada tetangga merupakan tanda berkurangnya iman.

Oleh: Abu Umair, Lc

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman