Syarah Hadits: Antara Sabar dan Syukur - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

April 19, 2018

Syarah Hadits: Antara Sabar dan Syukur

Kehidupan di dunia ini, tidak selalu seperti yang kita inginkan dan dambakan. Akan tetapi kehidupan itu selalu mengalami perubahan dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Dan biasanya perubahan keadaan tersebut sangat berpengaruh bagi sikap seseorang, apalagi perubahan yang terjadi dari yang menyenangkan mejadi sebaliknya. Itulah hakikatnya tabiat dari sebuah kehidupan.

Oleh sebab itu, seorang mukmin harus senantiasa menyikapi hal ini dengan keimanan dan berprasangka baik terhadap takdir Allah swt, karena setiap takdir Allah swt terhadap hamba-Nya pasti mengandung kebaikan, meskipun terkadang kita tak mampu menjangkau hikmah tersebut.
Teks Hadits:
عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ )). رواه مسلم
Artinya: Dari Shuhaib rd ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, setiap perkara baik baginya dan hal ini tidak dimiliki keculi oleh orang mukmin, jika ia diberikan kesenangan, ia bersyukur dan hal ini baik baginya dan jika ia ditimpa musibah iapun bersabar dan hal ini baik baginya.” (HR. Muslim)
Kosakata :

عَجَبًا:Menakjubkan
سَرَّاءُ:Kesenangan
ضَرَّاءُ :Musibah
أَصَابَتْهُ:Menimpanya

Syarah Ringkas:

Sabar adalah salah satu sifat mulia seorang muslim sejati, bahkan sifat khusus para nabi dan rasul Allah swt. Para ulama telah menjelaskan tentang makna sabar yaitu menahan diri dari rasa kesal, menahan lisan dari berkata yang mengandung dosa dan menahan anggota badan dari melakukan hal-hal yang dimurkai Allah swt.

Dari definisi di atas para ulama membagi sabar menjadi tiga macam yaitu;

1.       Bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah swt dan rasul-Nya. Secara umum, melakukan berbagai ketaatan adalah suatu beban dan berat sehingga seorang muslim sangat membutuhkan banyak kesabaran dalam menjalankan perintah-perintah syari’at.

2.       Bersabar dari melakukan kemaksiatan. Setiap manusia pada dasarnya memiliki hawa nafsu yang buruk serta bisikan setan yang licik. Dan faktor itulah yang sering mengajak manusia dan menggiringnya untuk melakukan kemaksiatan itu. Oleh karena itu seorang muslim harus bersabar, menahan dan menepis semua rayuan dan bisikan buruk itu agar ia terselamatkan dari kebinasaan.

3.       Bersabar dalam menghadapi takdir Allah swt yang menyakitkan. Takdir Allah swt tidak selamanya disukai oleh manusia, sekalipun pada hakikatnya semua takdir Allah itu baik bagi manusia itu sendiri. Ketika seseorang ditimba musibah seperti kepergian orang yang dicintainya, hilangnya harta bendanya dan barbagai macam musibah lain yang sering menimpa orang-orang yang beriman. Dan sabar adalah senjata untuk menghadapi semua musibah tersebut.   

Oleh karena itu, dalam hadits di atas dijelaskan dengan gamblang bahwa seorang mukmin dalam kehidupan ini tidak terlepas dari dua kondisi yaitu jika ia mendapatkan kemudahan, kelapangan rizki dan lain-lain, maka ia bersyukur kepada Allah swt dan jika yang ia dapatkan sebaliknya, maka iapun bersabar, inilah rahasia indahnya pribadi-pribadi orang yang beriman.

 Faidah dan Hukum:

1.       Keimanan adalah inti dari sebuah kebaikan.

2.       Sabar merupakan sifat khusus orang mukmin sejati.

3.       Musibah adalah ketetapan dari Allah swt yang harus dihadapi dengan sikap sabar.

4    Bersabar ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat anugerah merupakan simbol kebaikan dan kunci keberuntungan. 
       5.   Pahala yang tanpa batas disebrikan kepada orang yang sabar
       6.   Kenikmatan yang selalu ditambah bagi yang bersyukur

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman