Tafsir Ringkas: Surat Al-Kafirun - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Desember 03, 2013

Tafsir Ringkas: Surat Al-Kafirun

Para sahabat MBI sekalian, pada postingan kali ini, saya ingin menyuguhkan artikel singkat tentang tafsir ringkas salah satu surat pendek yaitu surat al-Kafirun.
Surat al-Kafirun adalah termasuk surat Makkiyah, artinya surat yang diturunkan sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah. Secara umum, surat ini menjelaskan bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam mempertahankan kemurnian agamanya.

v Surat dan Arti:

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

1. Katakanlah (hai Muhammad): "Hai orang-orang kafir,

2. Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah.

3. Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah,

5. Dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

6. Untuk kalian agama kalian, dan untukkulah, agamaku."

v Tema Surat:

Surat ini berbicara tentang usulan orang-orang kafir kepada Rasulullah saw seputar peribadatan serta bantahan terhadap usulan mereka.

v Tafsir Global:

Allah swt telah mengutus Nabi saw kepada kaum Quraisy untuk menyeru agar mereka meninggalkan penyembahan kepada berhala-berhala serta meminta kepada mereka untuk menyembah Allah saja. Akan tetapi kuffar Quraisy menolak seruan Rosul saw dan mereka tetap menyembah berhala tersebut.

Pada suatu hari, Sebagian pemuka Quraisy menemui Rosul, maka mereka mengusulkan kepadanya bahwa mereka akan masuk islam selama setahun, ikut serta bersama kaum muslimin dalam beribadah kepada saja, kemudian Rosul saw dan kaum muslimin masuk ke agama kuffar Quraisy dan ikut serta dalam beribadah kepada berhala selama satu tahun pula. Orang-orang musyrik mengira bahwa solusi (usulan) ini disetujui oleh musyrikin dan kaum muslimin sehingga berakhirlah perselisihan diantara mereka.

Kemudian Allah swt menurunkan surat ini kepada Rosulullah saw dan meminta kepadanya agar menolak secara tegas tawaran kuffar Quraisy tersebut.

Allah swt memerintahkan Rosul saw mengatakan kepada kuffar Quraisy, “Tidak mungkin aku menyembah berhala-berhala ini yang kalian sembah karena dia adalah batu yang tidak membawa kemudhoratan dan juga tidak bisa mendatangkan manfaat dan Allah swt tidak mungkin menerima dari kalian pernyembahan-Nya bersama berhala itu, karena Islam menyeru beribadah hanya kepada Allah saja dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dari jawaban ini menunjukkan bahwa usulan kuffar Quraisy adalah tertolak.

Dalam surat ini Allah swt telah mengulang-ulang keputusan-Nya terhadap usulan kuffar Quraisy yang bodoh, sehingga mereka benar-benar yakin bahwa Allah swt tidak mungkin menerimannya dari mereka selamanya yaitu percampuran agama Islam dengan agama kafir.

v Faidah-Faidah:

1.     Islam menyeru untuk beribadah hanya kepada Allah saja.

2.     Tidak boleh selamanya mencampur-adukan antara dienul Islam dengan agama selainnya.

3.     Orang-orang kuffar Quraisy itu adalah orang-orang bodoh, karena mereka mengusulkan sesuatu yang rendah dan hina

Diterjemah dari kitab: المعين علي فهم الجزء الثلاثين " " yang ditulis oleh DR. Zaid Umar Abdullah (Dosen Tafsir dan Ilmu Quran di Universitas Malik Su’ud)


Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman