Fiqih Ringkas Seputar Tayammum - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Januari 08, 2014

Fiqih Ringkas Seputar Tayammum

Al-Yusru (kemudahan) adalah salah satu ciri khas syari’at Islam. Hal ini telah ditegaskan dalam banyak ayat al-Qur’an atau hadits antara lain,

Firman Allah swt: “ ... Allah menghendaki kemudahan dan Dia tidak menghendaki kesulitan bagi kalian.. “ (QS. Al-Baqorah: 185) dan Firman-Nya: “dan Dia tidak menjadikan kesukaran bagi kalian dalam agama .” (QS. Al-Hajj: 78)

Diantara bentuk al-Yusru (kemudahan) dalam syariat Islam adalah adanya syariat tayammum yang merupakan penggati wudhu’ pada saat tidak adanya air atau terhalang dari menggunakannya disebabkan oleh faktor tertentu.

Definisi Tayammum:

Tayammum adalah mengusap wajah dan kedua tangan dengan menggunakan tanah (debu) yang suci sebagai pengganti wudhu' untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Tayammum disyariatkan berdasarkan dalil dari al-Qur'an, Al-Hadits dan Ijma' (kesepakatan ulama).

Dalil al-Qur'an:

Allah swt berfirman: "... Jika kalian tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan menggunakan debu yang baik (suci)." (QS. Al-Maidah: 6)

Dalil dari al-Hadits:

Rasulullah saw bersabda:

"Bahwasanya debu yang suci adalah sebagai penyuci (dari hadats) bagi orang muslim, walaupun ia tidak mendapati air selama 10 tahun." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dan juga berdasarkan hadits Imran bin Hushain rd, dalam sebuah perjalanan bersama Nabi saw, ada seseorang yang menyendiri dari Rasulullah dan para sahabat (tidak ikut sholat), kmudian nabi saw bertanya, "Kenapa kamu tidak sholat bersama kami.? laki2 itu menjawab: aku sedang dalam keadaan junub dan tidak ada air. Maka Nabi saw bersabda: " Hendaklah kamu bertayammum dengan debu kerena hal itu sudah cukup bagimu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalil Ijma':

Para ulama kaum muslimin telah bersepakat tentang disyariatkannya tayammum jika memenuhi syaratnya.

Sebab2 yang membolehkan tayammum:

Secara umum ada dua sebab asasi yang membolehkan tayammum yaitu:

1. Tidak ada air

2. Terhalang untuk menggunakan air baik disebabkan sakit, ketakutan, harga air yang tidak wajar dan sebagainya.

Tata Cara Tayammum:

1. Membaca Bismillah.

2. Menepuk kedua tangan pada debu yang suci,

3. meniupkannya agar debu yang menempel tidak terlalu tebal

4. Mengusap muka dengan kedua tangan dan,

5. Mengusap kedua tangan (sampai pergelangan saja)

Catatan: Hanya sekali tepukan dan ini pendapat yang terkuat dalilnya.

Pembatal Tayammum:

1. Semua hal2 yang membatalkan wudhu', seperti buang angin dst.

2. mendapatkan air atau hilangnya halangan untuk menggunakan air.

Catatan: Karena tayammu merupakan pengganti wudhu' maka semua hukum yg terkait dengan wudhu' juga berlaku pada tayammum.

Wallahu A'lam

Oleh: Abu Umair, Lc.

 

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman