Indahnya Tolong Menolong - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Januari 17, 2014

Indahnya Tolong Menolong

Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia. Islam sangat menganjurkan agar pemeluknya saling tolong menolong dalam meringankan bebas saudaranya seiman, oleh sebab agungnya masalah ini , Rasulullah menjanjikan balasan yang sangat besar bagi mereka.
Perhatikan hadits berikut ini:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ))مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ((.مسلم
Artinya: Dari Abu Harairah a, Rasulullah n bersabda: “Barangsiapa yang menghilangkan kesempitan dunia seorang mukmin, niscaya Allah akan menhilangkan kesempitannya di hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan kesusahan seseorang, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senatiasa menolong seorang hamba selama seorang hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
 
Syarah Ringkas:
Hadits ini amat berharga, mencakup berbagai ilmu, prinsip-prinsip agama, dan akhlaq. Hadits ini memuat keutamaan memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang mukmin, memberi manfaat kepada mereka dengan fasilitas ilmu, harta, bimbingan atau petunjuk yang baik, atau nasihat dan sebagainya.
Kalimat “barang siapa yang menutup aib seorang muslim” , maksudnya menutupi kesalahan orang-orang yang baik, bukan orang-orang yang sudah dikenal suka berbuat kerusakan. Hal ini berlaku dalam menutup perbuatan dosa yang terjadi. Adapun bila diketahui seseorang berbuat maksiat, tetapi dia meragukan kemaksiatannya, maka hendaklah ia segera dicegah dan dihalangi. Jika tidak mampu mencegahnya, hendaklah diadukan kepada penguasa, sekiranya langkah ini tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Adapun orang yang sudah tahu bahwa hal itu maksiat tetapi tetap melanggarnya, hal itu tidak perlu ditutupi, Karena menutup kesalahannya dapat mendorong dia melakukan kerusakan dan tindakan menyakiti orang lain serta melanggar hal-hal yang haram dan menarik orang lain untuk berbuat serupa. Dalam hal semacam ini dianjurkan untuk mengadukannya kepada penguasa, jika yang bersangkutan tidak khawatir terjadi bahaya. Begitu pula halnya dengan tindakan mencela rawi hadits, para saksi, pemungut zakat, pengurus waqaf, pengurus anak yatim, dan sebagainya, wajib dilakukan jika diperlukan. Tidaklah dibenarkan menutupi cacat mereka jika terbukti mereka tercela kejujurannya. Perbuatan semacam itu bukanlah termasuk menggunjing yang diharamkan, tetapi termasuk nasihat yang diwajibkan.
Kalimat “Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya”. Kalimat umum ini maksudnya ialah bahwa seseorang apabila punya keinginan kuat untuk menolong saudaranya, maka sepatutnya harus dikerjakan, baik dalam bentuk kata-kata ataupun pembelaan atas kebenaran, didasari rasa iman kepada Allah ketika melaksanakannya. Hal di atas menunjukan tentang keutamaan memberikan kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan dan saling tolong menolong.
Faidah dan Hukum:
1.       Kesempitan dan kesulitan hidup di dunia ini adalah suatu ujian dan cobaan bagi setiap muslim.
2.       Penjelasan tentang hukum sebab akibat yang berjalan di alam semesta.
3.       Sesungguhnya pembalasan disisi Allah ta’ala sesuai dengan jenis perbuatannya
4.       Tolong menolong antar sesama manusia adalah suatu perkara agung.
5.       Anjuran menghidupkan syi’ar tolong menolong dan menutupi aib seorang muslim.
6.      Allah l akan menolong seseorang selama ia menolong saudaranya.
 

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman