Khutbah Jum'at: Keutamaan Para Sahabat Nabi - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Januari 17, 2014

Khutbah Jum'at: Keutamaan Para Sahabat Nabi

Khutbah Pertama:

Kaum muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kita kepada Alloh swt. Sang pencipta langit dan bumi, Pengatur alam semesta, Maha mengetahui segala apa-apa yang terbetik dalam hati seorang hamba, Pemberi taufik dan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

      Sholawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada qudwah dan uswah kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah mengerahkan segenap kemampuannya untuk mendakwahkan kemurnian Islam, mendakwahkan tauhidulloh serta menghapus semua bentuk kesyirikan dan inilah inti dakwah para nabi dan rosul, juga para sahabat dan tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Kaum Muslimin...

Tahukah kita siapa mereka yang disebut sebagai sahaabt nabi??

Ketahuilah bahwa yang disebut sebagai sahabat nabi adalah setiap orang yang pernah bertemu dengan Nabi  dalam keadaan beriman kepadanya kemudian meninggal dalam keislamannya. Dan jumlah para sahabat Nabi  pada saat penaklukan kota mekkah mencapai 10 ribu orang. Setelah itu para sahabat Nabi  terus bertambah dan bertambah sehing ketika beliau  wafat, jumlah mereka semuanya mencapai 100 ribu lebih termasuk sahabat perempuan.
Lantas apa keutamaan dan kemuliaan para sahabat Nabi  yang berjumlah ratusan ribu itu ??
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud  ia berkata:

« إِنَّ اللهَ نَظَرَ فِي قُلُوبِ الْعِبَادِ، فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَ قُلُوبِ الْعِبَادِ، فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ، فَابْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ، ثُمَّ نَظَرَ فِي قُلُوبِ الْعِبَادِ بَعْدَ قَلْبِ مُحَمَّدٍ، فَوَجَدَ قُلُوبَ أَصْحَابِهِ خَيْرَ قُلُوبِ الْعِبَادِ، فَجَعَلَهُمْ وُزَرَاءَ نَبِيِّهِ، يُقَاتِلُونَ عَلَى دِينِهِ... »
“Sesungguhnya Allah Azza wajalla melihat kepada hati-hati para hamba, maka Allah mendapati hati Muhammad adalah sebaik-baik hati, kemudian Allah pilih beliau sebagai kekasih-Nya dan menjadikan beliau sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudia Allah melihat lagi kepada hati-hati para hamba setelah hati Muhammad , maka Allah mendapati hati para sahabatnya adalah sebaik-baik hati, kemudian Allah jadikan mereka sebagai mentri-mentri Nabi-Nya dan berjihad untuk menegakkan agama-Nya.”
Abdullah bin Umar  berkata: “Para sahabat Nabi  adalah orang yang terbaik hatinya dari umat ini, paling dalam keilmuannya, paling sedikit takallufnya, mereka adalah suatu kaum yang Allah pilih untuk menyertai Nabi-Nya dan menyebarkan agama-Nya.”
Itulah para sahabat Rasulillah . Generasi terbaik umat ini, generasi terbaik setelah para nabi dan rasul. Generasi yang telah mengorbankan harta dan jiwa mereka demi tegaknya agama yang mulia. Mereka adalah satu generasi yang telah meraih berbagai kemuliaan dan keutamaan yang tidak pernah diraih dan tidak akan pernah didapatkan oleh generasi-generasi setelah mereka sampai hari kiamat. Mereka adalah generasi yang telah mendapatkan tazkiyah dan keridhaan dari Allah sang pencipta alam semesta.
Kaum Muslimin ...
Agar keutamaan dan kemuliaan para sahabat Rasulillah  tampak jelas bagi kita, mari kita perhatikan beberapa ayat al-Qur’an dan hadits nabawi yang secara gamblang menjelaskan tentang keutamaan dan kemuliaan mereka.
Allah swt berfirman:
﴿وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ﴾ [التوبة:100].

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100)

Imam Ibnu Katsir  berkata dalam kitab tafsirnya: “Sungguh Allah yang Maha Agung telah mengabarkan bahwasanya Dia telah meridhai orang-orang yang terdahulu masuk Islam dari kaum Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik. Maka sungguh celaka orang-orang yang membenci dan mencela mereka atau membenci dan mencela sebagian dari mereka.”
 
Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:

﴿لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنْ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا﴾ [الفتح: 18].

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berbai’at (berjanji setia) kepadamu di bawah pohon, Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi Balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)”. (QS. Al-Fath: 18).

 Bai’at ini dikenal dengan Bai’at Ridhwan yang terjadi di Hudaibiyah yang jumlah mereka ketika itu adalah 1500 orang dari sabahat Nabi . Dan Allah mengabarkan bahwa Dia telah ridha kepada mereka semua.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Nabi  bersabda:

« لاَ يَدْخُلُ النَّارَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنْ أَصْحَابِ الشَّجَرَةِ أَحَدٌ. الَّذِينَ بَايَعُوا تَحْتَهَا »

“Tidak masuk neraka –insya Allah- satu pun dari orang–orang yang berbai’at dibawah pohon (yaitu bai’at ridhwan).” (HR. Muslim).

 Dalam ayat lain Allah juga berfirman menjelaskan tentang  keimanan para sabahabat.

﴿وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ﴾

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah (orang-orang Muhajirin), dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (orang-orang Anshar), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal: 74).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna dengan ayat2 yang telah disebutkan di atas.

 Kaum Muslimin ...

Diasamping itu, Rasulullah  pun telah mentazkiyah atau memuji para sahaabt dengan sebutan “generasi terbaik umat ini” secara mutlak.

Rasulullah  bersabda:

« خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ »

Rasulullah  bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian setelahnya dan kemudian setelahnya.” (HR. Bukhari).

Dalam hadits yang lain Rasulullah  juga bersabda:

« لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ »

“Janganlah kalian mencela para sahabatku, kalau seandainya salah seorang diantara kalian berinfak berupa emas sebesar gunung uhud, maka hal itu tidak setara dengan infak salah seorang diantara mereka (sahabat) walau satu mud atau setengahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
 
Artinya, infaknya para sahabat Nabi  meskipun satu mud atau setengahnya jauh lebih besar pahalanya dan keutamaanya dibandingkan dengan infak kita meskipun satu gunung emas. Dan sungguh celaka orang-orang yang mencela dan meendahkan kemuliaan para sahaabt Nabi .
Khutbah kedua:
Kaum muslimin Rahimakumullah.

Meskipun para sahabat Nabi  secara keseluruhan telah mendapatkan kemuliaan dan keridhaan dari Allah swt dan dinyatakan oleh Rasulullah  sebagai generasi terbaik, tetapi keutamaan dan derajat di antara mereka berbeda antara satu sahabat dengan sahabat yang lainnya. Tegantung pada waktu keislaman mereka, keikutsertaan mereka dalam jihad dan banyaknya pengorbanan dan pengabdian dalam menegakkan panji Islam.

Sehingga sahabat yang masuk islam sebelum penaklukan kota Mekkah lebih utama dari pada sahabat yang masuk Islam setelah penaklukan kota Mekkah. Sahabat yang mengikuti perang badar lebih utama daripada para sahabat yang tidak ikut perang badar. Dan seterusnya. Tapi semua mereka telah Allah janjikan bagi mereka balasan yang baik dan sempurna.

Allah  berfirman:

﴿لا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُوْلَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنْ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا وَكُلاً وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ﴾ [الحديد:10].

Tidak sama di antara kalian (para sahabat) orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (kota Mekah). mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 10).

Dalam sebuah hadits yang sahih disebutkan.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « أَبُو بَكْرٍ فِي الجَنَّةِ ، وَعُمَرُ فِي الجَنَّةِ ، وَعُثْمَانُ فِي الجَنَّةِ ، وَعَلِيٌّ فِي الجَنَّةِ ، وَطَلْحَةُ فِي الجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِي الجَنَّةِ ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي الجَنَّةِ ، وَسَعْدٌ فِي الجَنَّةِ ، وَسَعِيدٌ فِي الجَنَّةِ ، وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الجَرَّاحِ فِي الجَنَّةِ ».

Dari Abdur Rahman bin ‘Auf  , Rasulullah  berkata: “Abu Bakar di surga, ‘Umar di surga, Utsman di surga, ‘Ali di surga, Tholhah di surga, Zubair di surga, ‘Abdur Rahman bin ‘Auf di surga, Sa’ad di surga, Sa’id di surga dan Abu ‘Ubaidah di surga.” (HR. At-Tirmidzi).

Inilah nama-nama mereka yang dikenal dengan sepuluh orang yang telah diberi kabar gembira oleh Rasulullah  untuk masuk surga.

Hal ini tidak berarti pembatasan jumlah mereka, akan tetapi maksudnya bahwa mereka adalah sepuluh orang yang disebutkan dalam satu hadits secara bersamaan. Karena dalam riwayat-riwayat yang lain, Rasulullah  pun telah memberi kabar gembira kepada beberapa sahabat lainnya seperti Bilal bin Rabah, ‘Ukasyah bin Mihshan, Hasan dan Husaian, Khadijah dan lain-lain. Semoga Allah meradhai mereka semua.

 Kaum Muslimin...

Demikianlah paparan singkat tentang kumuliaan dan keutamaan para Sahabat Nabi . Mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita tentang keutamaan mereka dan semakin bertambah yakin pula diri kita akan kesesesatan orang-orang yang mencela dan mengkafirkan para sahabat yang mulia.
 
Oleh: Abu Umair, Lc.

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman