Syarah Hadits: Harta Anda Yang Sebenarnya - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Januari 04, 2014

Syarah Hadits: Harta Anda Yang Sebenarnya

Manusia secara tabiatnya tentu sangat cinta kepada yang namanya harta. Harta terlihat begitu indah dan mempesona bagi sebagian orang, sehingga ia tak peduli dengan cara apakah ia mendapatinya.
Harta adalah salah satu karunia yang Allah berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tapi bukan cuma-cuma, bukan dikasih sebagai bonus, tapi harta itu diberikan untuk menguji keimanan sang hamba, apakah dia akan bersyukur atau sebaliknya.
 Terkadang diantara manusia ada yang tertipu dengan harta yang dimilikinya, seakan-akan harta tersebut akan mengekalkannya di dunia, padahal tidak demikian.
Perhatikanlah hadits berikut ini dimana Nabi saw menjelaskan tentang mana yang sebenarnya harta kita, sehingga kita tidak tertipu oleh harta tersebut.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ مَسْعُوْد رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ؟)) قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ, قَالَ:((فَإِنَّ مَالَهُ مَا قَدَّمَ وَمَالَ وَارِثِهِ مَا أَخَّرَ)). رواه البخاري
Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud rd ia berkata, Nabi saw bersabda: “Siapakah diantara kalian yang harta ahli warisnya lebih ia cintai daripada hartanya sendiri?” Mereka (para shahabat) menjawab, Tidak ada diantara kami kecuali hartanya lebih ia cintai, Beliau saw bersabda: “Sungguh hartanya adalah apa yang telah ia infakkan dan harta ahli warisnya adalah yang ia tinggallakan (tidak diinfakkan).” (HR. Bukhari)
Kosakata:
وَارِثِهِAhli warisnya:
مَا قَدَّمَApa yang infakkan:
مَا أَخَّرApa yang ditinggalkan:
أَحَبُّLebih ia cintai:


Syarah Ringkas:

Secara tabiat, manusia pasti mencintai yang namanya harta. Akan tetapi mereka berbeda-beda dalam kadar kecintaan terhadap harta tersebut. Ada diantara mereka yang mencintai harta melebihi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya, bahkan hak Allah dan rasul-Nya diabaikan demi meraup harta tersebut, sehingga hartanya akan membuat dia celaka dan sengsara di dunia lebih-lebih di hari akhirat. Dan diantara mereka ada yang menjadikan harta sebagai sarana meraih pahala dan keuntungan di dunia maupun di akhirat dan inilah sejatinya orang yang mendapatkan manfaat dari hartanya.

Oleh karena itu, Rasulullah saw dalam hadits yang mulia ini ingin menjelaskan kepada kita bahwa harta yang yang sebaenarnya atau harta yang akan memberi manfaat bagi kita di hari akhirat nanti adalah harta yang telah kita keluarkan di jalan Allah baik dengan berinfak, bershadakoh, manyantuni anak yatim dan lain-lain. Adapun harta yang lain seperti mobil yang mewah, rumah yang megah dan harta di tabungan yang melimpah semuanya akan menjadi hak ahli waris kita ketika kita sudah menemui ajal.

Faidah Hadits:

1.       Anjuran untuk berinfak atau berderma.

2.       Tabi’at manusia adalah cinta kepada harta.

3.       Pada hakikatnya harta seseorang itu adalah apa yang telah diinfakkan.

4.       Harta yang ditinggal oleh seseorang ketika ia mati adalah milik ahli waris.

5.       Bertanya merupakan salah satu metode pengajaran yang baik dan bermanfaat.

Oleh: Abu Umair, Lc

Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman