Khutbah Jum'at: Kewajiban Kita Terhadap Para Sahabat Nabi - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Februari 08, 2018

Khutbah Jum'at: Kewajiban Kita Terhadap Para Sahabat Nabi

Sahabat elMajalis yang budiman. Ketahuilah bahwa para sahabat nabi adalah orang-orang pilihan yang Allah jadikan sebagai pendukung dan pembela dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sehingga mereka memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah dan memiliki kewajiban yang harus kita penuhi terhadap mereka.

Khutbah Pertama:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

))يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ((.
))يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا((. أَمَّا بَعْدُ: فإنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ وَكُلَّ ضَلاَلةٍ فِى النَّار.

Kaum muslimin Rahimakumullah

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Alloh swt dengan cara selalu meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah, karena dengan taqwalah derajat tertinggi akan kita raih, dengan taqwalah kemulian ukhrawi akan kita dapatkan. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada uswah kita Nabi Muhammad n juga para sahabat beliau dan tabi’in serta orang-orang yang senantiasa mengikuti jejak mereka sampai hari kiamat tiba.

Kaum muslimin rahimakumullah

Seperti yang telah disampaikan pada khutbah terdahulu, bahwa para sahabat Rasulillah n  merupakan generasi terbaik umat ini, satu generasi yang telah ditazkiyah oleh Allah dan Rasul-Nya dan cukuplah hal tersebut sebagai keutamaan dan kemulian bagi mereka.

Dan insya Allah, pada khutbah kali ini khatib akan menyampaikan tentang apa kewajiban kita sebagai seorang muslim terhadap para sahabat Nabi n?

Jama’ah sekalian, sejatinya kewajiban kita terhadap para sahabat Rasulillah n merupakan bagian dari kewajiban kita terhadap agama Islam. Dan diantara kewajiban kita terhadap para sahabat Rasulillah n  adalah;

1.      Ridha serta mengakui keutamaan mereka

Jama’ah sekalian, kenapa kaum muslimin wajib meridhai serta mengakui keutaman para sahabat? Karena Allah l Rabb alam semesta, telah ridha terhadap mereka, dan menjanjikan bagi mereka surga. Disamping itu, Rasulullah n , manusia termulia yang pernah menginjakkan kakinya di permukaan bumi ini pun telah ridha terhadap mereka dan bahkan memuji mereka dengan pujian yang sangat mulia.

Allah swt berfirman:

﴿وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ﴾

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100)

Rasulullah n bersabda:

« خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ »

Rasulullah n bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian setelahnya dan kemudian setelahnya.” (HR. Bukhari).

2.      Mendoakan ampunan bagi mereka serta tidak menaruh sedikitpun rasa dengki  terhadap mereka. 

Begitulah seharusnya sikap generasi-generasi yang datang setelah para sahabat, mereka mendoakan ampunan bagi para sahabat serta tidak sedikitpun menaruh rasa dengki dalam hati mereka terhadap para sahabat. Hal ini telah disebutkan dalam al-Qur’an, surat al-Hasyr tepatnya di ayat ke 10, dimana Allah l berfirman:

﴿وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ﴾

“Dan orang-orang yang datang setelah mereka (para sahabat), mereka berkata, wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang telah beriman, ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10).

‘Aisyah d pernah berkata ketika beliau mendengar ada diantara para sahabat Nabi yang dicela dan direndahkan:

))أُمِرُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لأَصْحَابِ النَّبِىِّ n فَسَبُّوهُمْ((

“Mereka diperintahkan agar memohon ampun bagi para sahabat nabi n tetapi mereka malah mencaci mereka (yakni para sahabat).” (HR. Bukhari dan Muslim)

3.      Mengikuti sunnah-sunnah mereka terutama sunnah para khulafa ar-Rasyidin.

Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Rasulullah n dalam beberapa sabdanya, antara lain;

))اقْتَدُوا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي ، أَبي بَكْرٍ ، وَعُمَرَ((

“Ikutilah dua orang sepeninggalku, Abu Bakar dan Umar.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

))عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ((

“Hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafa ar-Rasyidin yang mendaat petunjuk sepeninggalku dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.” (HR. Ibnu Majah).

4.      Menjadikan mereka sebagai qudwah bagi kehidupan kita.

Ya, kita harus jadikan para sahabat sebagai qudwah dan suri teuladan bagi kita setelah Rasulullah n. Karena mereka adalah generasi terbaik, generasi yang telah meraih berbagai kemuliaan dan langsung ditarbiyah dan dididik oleh Rasulullah n. Oleh karenanya, hal ini harus menjadi perhatian kita, apalagi kita hidup di satu zaman dimana orang kafir, orang fasik sudah banyak menjadi idola bagi sebagian dari kaum muslimin terutama para pemuda dan remaja, baik laki-laki maupun wanita.

5.      Mempelajari sirah atau perjalanan hidup mereka yang harum semerbak.

Mempelajari perjalanan hidup mereka bukan hanya untuk menambah pengetahuan atau wawasan saja, akan tetapi, kita mempelajarinya untuk kita petik mutiara-mutiara yang tersimpan dalam lembaran-lembaran kehidupan mereka. Karena dalam lembaran-lembaran hidup mereka terdapat banyak sekali mutiara-mutiara berharga, nasehat-nasehat mulia, pelajaran-pelajaran yang mampu menggerakkan semangat juang kita, memperkokoh gerak langkah kita sehingga hidup kita menjadi lebih indah dan bermakna.

6.      Mencintai serta tidak mencela mereka.

Ya, mencintai para sahabat adalah suatu keharusan, memuliakan mereka merupakan suatu keniscayaan, menyebarkan kebaikan dan keutamaan mereka adalah tuntutan keimanan. Oleh karena itu, Rasulullah n menegaskan bahwa mencintai mereka adalah bukti keimanan sedang membenci mereka adalah bukti kemunafikan.

« آيَةُ الْمُنَافِقِ بُغْضُ الأَنْصَارِ وَآيَةُ الْمُؤْمِنِ حُبُّ الأَنْصَارِ ».

“Tanda orang munafik adalah benci kepada kaum Anshar dan tanda orang mukmin adalah cinta kepada kaum Anshar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagaimana kita tidak mencintai mereka,?! Bukankah mereka telah mendahului kita dalam keimanan?, bukankah mereka telah mengorbankan semua yang mereka miliki untuk kejayaan Islam? Bukankah mereka telah berjuang dan berjihad bersama Rasulillah n dan bersabar atas segala gangguan dan celaan demi tegaknya agama Islam? Bukankah mereka telah menjaga keutuhan dan kemurnian Islam? Bukankah mereka telah menoreh sejarah kemuliaan yang tak terlupakan ?, ya, semua itu telah mereka lakukan dengan penuh kesabaran dan keteguhan jiwa. Maka sungguh celaka orang-orang yang berani mencela dan mencaci maki para sahabat.!

Di samping itu Rasulullah n  pun mengancam pencela para sahabatnya.

))مَنْ سَبَّ أَصْحَابِي فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ((

“Barangsiapa yang mencaci para sahabatku, maka baginya laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia.” (HR. At-Thobrani)

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيم

Khutbah kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْه وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ مَنْ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، أَمَّا بَعْدُ:

Kaum muslimin yang dirahmati Allah.

Diantara kewajiban kita terhadap para sahabat yang mulia adalah;

7.      Membela kehormatan mereka.

Ya, kehormatan mereka wajib kita bela, keluhuran sikap dan prinsip mereka harus kita yakini, perjuangan dan pengorbanan mereka bersama Nabi tidak boleh kita ingkari dan keadilan serta kejujuran mereka jangan pernah kita nodai. Karena selamatnya kehormatan, selamatnya integritas mereka merupakan keselamatan bagi agama Islam, karena merekalah yang telah mendakwahkan agama Islam sepeninggal Rasulillah n.

Oleh karena itu, ketika ada orang yang berani merendahkan mereka, berani mencela mereka, berani mencaci maki mereka, berani melaknat mereka dan bahkan berani mengkafirkan mereka, maka kita jangan tinggal diam, kita harus bergerak untuk membela mereka dengan cara apapun yang kita bisa. Pembelaan terhadap mereka bisa dilakukan dengan menyebarkan keutamaan-keutamaan mereka baik dengan lisan maupun tulisan, membantah tuduhan-tuduhan keji terhadap mereka, membongkar isu-isu bejat para musuh dan pencela mereka, serta memperingatkan kaum muslimin dari makar dan tipu muslihat para pencaci mereka.

Yang pasti jangan sampai kita diam seribu bahasa ketika para sahabat Nabi dicela, jangan sampai kita diam tak berkata disaat mereka dicerca, dihina atau bahkan mereka dianggap kafir durjana. Tapi sekali lagi, mari kita singsingkan lengan baju, bergerak, lakukan apa yang kita mampu, kerahkan apa yang kita bisa demi pembelaan terhadap kehormatan para sahabat yang mulia.

Inilah diantara kewajiban kita terhadap para sahabat Nabi yang mulia, semoga kita semua termasuk dalam kafilah orang-orang yang senantiasa mencintai mereka dan menjaga serta membela kehormatan dan integritas mereka dari serangan musuh dan pembenci mereka.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى .رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Oleh: Abu Umair, Lc / Jum’at, 14 Februari 2014

 ======
Artikel: www.elmajalis.com

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman