Bolehkah Membangunkan Jamaah Yang Tidur Saat Khutbah ? - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Februari 08, 2018

Bolehkah Membangunkan Jamaah Yang Tidur Saat Khutbah ?


Sahabat ElMajalis. Tentu sahabat sering melihat ketika khatib sedang berkhutbah pada hari Jumat ada di antara jamaah jum'at yang tidur nyenyak bahkan di samping anda sendiri. Nah, bagaimana sikap kita, Bolehkah kita membangunkannya atau membiarkannya ? perhatikan paparan dibawah ini.
=========
Apakah membangunkan orang yang tidur waktu khutbah jumah atau membiarkannya berdasarkan hadits Nabi sallallahu alaihi wa sallam dalam larangan sia-sia dan mengusap kerikil ketika imam khutbah?
====================
Alhamdulillah
Siapa yang hadir jumah harus diam. Diharamkan berbicara. Meskipun mengajak pada kebaikan dan melarang kemungkaran. Sebagaimana yang diriwayatan Bukhori, (934) dan Muslim, (851) dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: 



( إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ: أَنْصِتْ، وَالإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ ).
“Kalau anda mengatakan kepada temanmu ‘Diam’ pada hari Jumah ketika Imam sedang khutbah, maka telah sia-sia.

Ibnu Hamam rahimahullah mengatakan, “Diharamkan dalam khutbah berbicara. Meskipun itu untuk menyuruh kebaikan atau bertasbih.” Selesai dari ‘Fathul Qodir, (2/68).

Yang dianjurkan membangunkan orang tidur dengan perbuatan tanpa berbicara karena ada larangan hal itu. Seperti menggerakkan dengan tangannya atau semisal itu.

Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya, “Sebagian orang tidur ketika waktu khutbah Jumah, apakah kalau saya bangunkan termasuk sia-sia tidak mendapatkan (pahala) jumah baginya?

Maka beliau menjawab, “Dianjurkan membangunkannya dengan perbuatan bukan dengan perkataan. Karena perkataan waktu khutbah tidak diperbolehkan. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu alaihiwa sallam:

( إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ: أَنْصِتْ، وَالإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ ).
“Kalau anda mengatakan kepada temanmu ‘Diam’ pada hari Jumah ketika Imam sedang khutbah, maka telah sia-sia. Muttafaq Ala Sihhatihi (sepakat keabsahan haditsnya). Dan Nabi sallallahu alaihi wa sallam memberi nama ‘Sia-sia’ padahal dia menyuruh kebaikan. Hal itu menunjukkan wajibnya diam dan diharamkan berbicara waktu khutbah. Wallahul muwafiq. Selesai dari ‘Fatawa Syekh Ibnu Baz, (30/252)
.
Wallahu a’lam .
Sumber: https://islamqa.info/id/262566
========
Artikel: http://www.elmajalis.com/

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman