Amal Sholih Sebesar Gunung Sirna Karena Dosa Yang Satu Ini - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

April 04, 2018

Amal Sholih Sebesar Gunung Sirna Karena Dosa Yang Satu Ini


Sahabat Elmajalis yang budiman, ketahuilah bahwa kemaksiatan dan dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan cara sembunyi-sembunyi atau jauh dari pandangan mata manusia ternyata sangat berbahaya dan mengerikan. Agar sahabat lebih menyelami hal ini dengan baik, silahkan simak dan renungi baik-baik sabda Rasulullah shallalahu alaihi wasallam berikut.
Rasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah melalui jalur Tsauban rd, dimana Rasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda:
عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: " لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا." قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ قَالَ: أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا (رواه ابن ماجة وصححه الألباني )
Dari Tsauban rd dari Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata: “Sungguh benar-benar aku mengetahui suatu kaum dari umatku, mereka akan datang pada hari kiamat nanti membawa kebaikan (yang sangat banyak) seperti gunung tihamah yang putih, kemudian Allah azza wajalla menjadikannya (amal kebaikan itu) layaknya debu yang berterbangan/patamorgana.” Tsauban berkata, ya Rasulullah, sebutkan kepada kami sifat mereka, jelaskan kepada kami supaya kami tidak seperti mereka sedang kami tidak menyadarinya. Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka itu adalah saudara kalian, mereka melakukan sholat malam seperti kalian, akan tetapi mereka itu adalah kaum apabila mereka menyendiri, mereka bermaksiat kepada Allah.” (HR. Ibnu Majah).
Saat ini, kita hidup di era globalisasi. Suatu zaman dimana setiap orang bebas berekpresi, bebes melakukan apa yang disukainya. Suatu zaman di mana fitnah syahwat merebak di mana-mana, ia tumbuh dan berkembang bak jamur di musim hujan. Ia tampil dalam bentuk dan jenis yang berbeda-beda dan menggoda. Ia hadir di setiap lini kehidupan manusia. Sehingga tidak sedikit dari kaum muslimin yang terjangkiti penyakit dho’ful iman (lemah imanya) terjebak dan terseret oleh gelombang fitnah yang dahsyat itu, dia tak berdaya dihadapan tipu daya setan yang sangat halus dan licik itu. Akhirnya dia benar2 terjatuh dan tersungkur ke dalam lumpur kenistaan. Na’udzubillahi in dzalik.

Sahabat yang budiman, disadari atau tidak, saat ini kita hidup di zaman, dimana kemaksiatan dan kemungkaran begitu mudah di akses oleh siapapun juga. Tidak butuh banyak modal, tidak perlu melakukan perjalanan jauh. Dengan alat komunikasi yang canggih dan modern itu, sesuatu yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah. Sehingga ada diantara manusia memanfaatkan alat komunikasi tersebut sebagai media untuk melakukan beragam kemaksiatan. Dia bisa bermaksiat di dalam kamarnya sendiri tanpa ada orang yang mengetahuinya. Ia bisa mengunduh segala macam gambar dan video yang dia inginkan tanpa ada yang merasakannya.

Ya miskin, tidakkah kita tahu bahwa Allah melihat setiap perbuatan kita, Dia memonitoring setiap gerak gerik kita, mendengar setiap perkataan kalian..!
))أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى((
“Tidakkah dia mengetahui bahwasanya Allah melihat.” (QS. Al-‘Alaq:  14)
 ((وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُون))

“Dan Allah tidak pernah lalai dari apa yang kalian kerjakan.”

Sahabat yang budiman, Tidakkah kita malu kepada Allah, ketika Dia melihat kita dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya..? Tidakkah kita malu kepada Allah, di saat kenikmatan yang tak terhingga yang Allah berikan kepada kita, kita gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya..??

Tidakkah kita malu kepada Allah, ketika kedua mata yang Allah berikan, kita gunakan untuk melihat hal-hal yang diharamkan.?!

Tiakkah kita malu kepada Allah, ketika telinga yang Allah berikan, kita gunakan untuk mendengar hal-hal yang diharamkan ?!

Tidakkah kita malu kepada Allah, tatakala tangan yang Allah anugerahkan, kita gunakan untuk  bermaksiat kepada-Nya.?!

Tidakkah kita malu kepada Allah, ketika kaki yang Allah berikan, kita gunakan untuk berjalan ke tempat-tempat yang Allah murkai, berjalan ke tempat-tempat yang penuh kenistaan.?! 

Tidakkah kita malu kepada Allah, ketika akal pikiran yang Allah berikan, kita gunakan untuk memikirkan bagaimana bermaksiat tanpa diketahui oleh orang lain, bagaimana langkah-langkah agar maksiat sukses tanpa ada yang tahu..!?

Tidakkah kita malu kepada Allah, ketika alat komunikasi yang Allah berikan, kita gunakan untuk mengakses film-film kotor, mengunduh video-video haram, mengunduh gambar-gambar yang tidak mendidik justeru dapat merusak moral dan menggerogoti iman..?!

Jangan sampai kita malu jika manusia melihat kita bermaksiat, kita malu jika manusia mengetahuinya, tapi kita tidak malu, tak peduli atau tidak mau tahu ketika Allah melihat kita ..!!

Jika kamu meyakini bahwa Allah tidak melihat kamu bermaksiat, sungguh besar kekafiranmu, tapi jika kamu menyakini bahwa Allah melihatmu ketika bermaksiat, maka sungguh sedikit rasa malumu.

Semoga Allah swt menjaga kita semua dari ketergelinciran dalam jurang-jurang kemaksiatan dan dosa. 

Wallahu A’lam

||Tulisan ini adalah cuplikan dari salah satu khutbah Jum’at yang berjudul "Muroqabatullah" yang disampaikan langsung oleh pennulis di masjid SMA SUIS boarding School Bogor.||

Oleh: Ahmad Jamaluddin Al Atjehi, Lc.
---------------------------------------------------
Artikel: elmajalis.com

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman