Ilmu Tajwid dan Urgensi Mempelajarinya (Ringkas) - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

April 01, 2018

Ilmu Tajwid dan Urgensi Mempelajarinya (Ringkas)

Sahabat Elmajalis yang budiman, Salah satu kewajiaban kita sebagai seorang muslim terhadap al-Qur'an adalah membacanya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid. Kaidah-kaidah tersebut akan menuntun dan membimbing kita bagaimana kita membaca al-Qur'an dengan baik dan benar.
Pengertian Ilmu Tatwid
Ilmu tajwid merupakan salah satu disiplin ilmu yang membahas tentang tata cara membaca al-Qu`ran dengan baik dan benar.
Tajwid secara bahasa berasal dari bahasa Arab yaitu jawwada -yujawwidu–tajwidan yang berarti membaguskan atau membuat sesuatu menjadi bagus.
Adapun tajwid menurut istilah adalah ilmu yang berfungsi untuk mengetahui bagaimana cara melafadzkan atau mengeluarkan huruf dari tempat keluarnya dengan memberikan hak masing-masing huruf sepert sifat-sifat huruf, hukum-hukum mad dan lain sebagainya seperti tarqiq, tafkhim dan yang semisalnya.

Ruang Lingkup Ilmu Tajwid
Berdasarkan pengertian di atas, ruang lingkup ilmu tajwid secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian:
Haqqul Huruf yaitu segala sesuatu yang wajib ada atau melekat pada setiap huruf. Hak huruf meliputi sifat-sifat huruf (shifatul harf) dan tempat keluarnya huruf-huruf (makharijul huruf).
Mustahaqul harf yaitu hukum-hukum baru yang timbul oleh sebab-sebab tertentu setelah hak-hak huruf melekat pada setiap huruf. Mustaqqul harf meliputi hukum-hukum seperti Izhar, Idgham, Ikhfa, Iqlab, Qalqalah, Ghunnah, Tafkhim, Tarqiq, mad, waqaf dan lain-lain.

Hukum Mempelajari dan Mempraktekkan Ilmu Tajwid
Hukum mempelajari ilmu tajwid secara teori adalah fardlu kifayah atau kewajiban kolektif.
Adapun hukum membaca al-Quran dengan menerapkan kaidah atau aturan-aturan ilmu tajwid adalah fardhu `ain atau kewajiban setiap individu..
Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid
Tujuan inti dari mempelajari ilmu tajwid adalah agar seseorang dapat membaca ayat-ayat al-Qur`an dengan baik dan benar sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Dengan kata lain, untuk menjaga lidah agar terhindar dari al-Lahn (kesalahan) dalam membaca al-Qur`an.
 Oleh: Ahmad Jamaluddin Al-Atjehi, Lc.
Referensi:
1.    Pedoman Dauroh Al-Qur’an. Oleh: Ust. Abdul Aziz Abdur Rauf Al Hafizh, Lc.
2.    Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap. Oleh: Ust. Acep Iim Abdurohim
==================================================
Artikel: Elmajalis.com

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman