Hadits Palsu : Suara Keras di Bulan Ramadhan dan Huru Hara di Bulan Syawal - El Majalis

Breaking

Koleksi Sifa

Mei 27, 2018

Hadits Palsu : Suara Keras di Bulan Ramadhan dan Huru Hara di Bulan Syawal


Sahabat El Majalis yang mudah-mudahan dirahmati dan diberkahi oleh Allah swt. Belakangan ini beredar di sosial media sebuah video pendek yang berisi tentang akan terjadinya suara keras pada pertengahan bulan Ramadhan apabila pertengahan bulan Ramadhan jatuh pada malam jum’at, kemudian akan berlanjut dengan peristiwa lainnya pada bulan Syawwal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.

Sejak beredarnya video tersebut, banyak dari warga net yang bertanya-tanya tentang kesahihan hadits tersebut. Karena memang kandungan hadits tesebut begitu menakutkan dan misterius, ditambah lagi ilustrasi yang menyertai pembacaan hadits dalam video tersebut sangat mengerikan.

Bagi yang belum tahu tentang hadits yang dimaksud, di sini saya nukilkan kepada sahabat secara singkat (karena sebenarnya hadits tersebut panjang).

“Akan terdengar suara keras di bulan Ramadhan yang membangunkan orang yang tidur,, mendudukkan orang yang berdiri, mengeluarkan gadis-gadis dari dalam rumahnya dan di bulan syawwal akan terjadi huru hara, di bulan Dzulqa’dah akan terjadi permusuhan antar kabilah dan di bulan Zulhijjah akan terjadi pertumpahan darah.”
Dan di sana ada beberapa riwayat lain yang juga memeliki kandungan makna yang sama.

Bagaimanakah status derajad hadits tersebut ?

------------------------------
Berikut ini akan saya nukilkan beberapa pandangan para ulama tentang derajat hadits tersebut di atas semoga bermanfaat bagi sahabat sekalian.

Al ‘Uqaili rh berkata: “Hadits ini tidak ada asal usul yang dapat dipercaya dan tidak juga (diriwayatkan) dari jalur yang shahih.” (Azhu’afa al Kabir: 3/52)

Ibnul Jauzi rh berkata: “ini adalah hadits palsu yang didustakan atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” (Al Maudhu’at: 3/191))

Ibnu Qayyim rh juga menyebutkan dalam kitabnya al Manar Munif (hal 98) tentang hadits-hadits yang tidak shahih yang berhubungan dengan (peristiwa) yang terjadi di masa yang akan datang. Beliau berkata: Seperti hadits: ”Akan terdengar pada bulan Ramadhan suara keras yang membangunkan orang yang tidur, menduduknkan orang yang berdiri …….” Dan juga hadits : ”Akan terjadi suara pada bulan Romadhan apabila malam pertengahannya adalah malam jum’at …….”

Syaikh Al Albani rh berkata: Hadits palsu. Dikeluarkan oleh Nuaim bin Hammad dalam kitab al-Fitan (Jilid 1/160) dan dari jalur yang sama Abu Abdullah al Hakim (4/517-518) dan Abu Naim dalam kitab Akhbar Ashbahan (2/199) ia berkata: Ibnu Wahb telah menceritakan kepada kami dari Maslamah bi Ali dari Qatadah dari Ibnu Musayyib dari Abu Hurairah…. Secara marfu’.

Al-Hakim rh berkata: Hadits yang aneh matannya (lafahznya)
Imam Adzahabi rh berkata: Aku berkata: Hadits ini palsu dan Maslamah Saqith atau Matruk (ditinggalkan haditsnya).

Dan telah diriwayatkan juga hadits ini dengan sanad-sanad yang lain. Imam As Suyuthi telah menyebutnya dalam kitab Al Laali ((2/387 - 388), Dan semua sanad itu ma’lulah (cacat).
Sebagian haditsnya panjang dan sebagian yang lain ringkas. Dan hadits yang terpanjang adalah hadits Ibnu Mas’ud. Kemudian syaikh Al Alabani menyebutkan hadits dengan lafazh:Akan terjadi suara pada bulan Ramadhan …… pada pertengahan Ramadhan, jika malam itu adalah malam jum’at …. “.

Kemudian syaikh Al Albani rh berkata: Hadits palsu dikeluarkan oleh At Thabrani dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir (18/332/853) dan juga dari jalur yang sama di sebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitab Al Maudhu’at (3/191) dari jalur Abdul Wahab bin Dhahak: telah bekata kepada Isma’il bin ‘Ayasy dari Al Auza’i dari Abdah bin Abi Lubabah dari Fairuz Ad Dailami …. secara marfu’.

Ibnul Jauzi rh berkata Hadits ini tidak shahih, Al Uqaili berkata:  Abdul Wahab tidak bisa dipegang haditsnya.

Ibnu Hibban rh berkata: dia (Abdul Wahab) biasa mencuri hadits dan haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah. 

Ad Daruqudni rh berkata: (Abdul Wahab) munkar haditsnya. Adapun Isma’il adalah (perawi yang) lemah, sedangkan Abdah tidak pernah bertemu Firuz dan Fairuz tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. (Selesai secara singkat).
n  (Lihat kitab: (Silsilah Dhoifah, no 6179,6178) --

Syaikh Bin Baz rh berkata: Telah sampai kepadaku bahwa ada sebagian orang bodoh membagi-bagikan selebaran yang di dalamnya berisi kedustaan atas nama Rasululullah shallallahu alaih wasallam kemudian beliau  menyebutkan hadits tersebut secara utuh. Kemudian berkata: Hadits ini tidak ada asal usulnya yang shahih bahkan batil dan dusta……”.  Lihat kitab: [Majmu’ fatawa Ibnu Baz (341/26/339)]

Kesimpulan: Hadits tersebut di atas adalah tidak shahih dan bahkan palsu. Sehingga tidak boleh dijadikan sebagai hujjah atau standar dalam berdalil.

Akhirnya, saya berpesan kepada sahabat sekalian agar lebih hati-hati dalam menyebar atau men-share apa saja termasuk hadits-hadits yang belum jelas keshahihannya agar tidak terjatuh dalam kedustaan atas nama Nabi shollallahu alaihi wasallam

Semoga Allah swt senantiasa membimbing kita dalam meniti jalan yang lurus sampai akhir hayat kita.

Dan hendaknya seorang muslim memperbanyak ketaatan kepada Allah swt dan memohon perlindungan kepadaNya dari segala bahaya atau keburukan yang akan terjadi.
Demikian penjelasan singkat seputar hadits di atas dan semoga bermanfaat bagi siapa yang membacanya.

-         Oleh: Ahmad Jamaluddin Al Atjehi, Lc     -
                      -----------------------------------------------------
Referensi: Website ( الإسلام سؤال وجواب)  yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Sholih al Munajjid )https://islamqa.info/ar/132280(

Artikel :




Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman