بسم الله الرحمن الرحيم
قُلْ
هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ
يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
v Kandungan Surat:
Surat
ini berbicara tentang sebagian dari sifat-sifat Allah
yang Maha Mulia.
v Kosa kata:
أَحَدٌSendiri atau esa :
كُفُوًاTandingan dan peramaan :
الصَّمَدRobb yang dibutuhkan oleh semua
makhluk dan:
tidak satupun yang mengungguli-Nya:
v Tema Surat:
Surat ini berbicara tentang sifat ketuhanan Allah
.
v Sebab Turunnya Surat:
Ketika Rosulullah
menyeru seluruh manusia untuk
beribadah hanya kepada Allah
saja, karena manusia saat itu berada dalam
kesyirkan yaitu menyembah berhala-berhala. Lalu sebagian dari kaum musyrikin
bertanya kepada Nabi
tentang Allah
yang mana beliau menyeru mereka untuk
menyembahnya, maka turunlah surat yang agung ini.
v Tafsir Global:
Surat yang
mulia ini menjelaskan bahwa Allah
Maha Esa dalam keuluhiyahan-Nya yang tidak ada
sekutu bagi-Nya dari makhluk. Dan mentauhidkan Allah berarti mengkhususkan
peribadatan, do’a dan ketundukan hanya kepada Allah saja.
Surat yang
agung ini juga menjelaskan bahwa Allah
adalah as-Shomat yang dibutuhkan oleh
semua makhluk, Dia adalah Robb yang dituju oleh para makhluk dalam menunaikan
kebutuhannya dan tidak ada satu pun baik dari berhala atau sembahan batil
memiliki sifat-sifat yang agung ini.
Surat ini pula
menceritakan bahwa Allah
tidak memiliki anak dan ini berarti Dia tidak
memiliki istri dan teman
, Allah
tidak dilahirkan berarti Dia tidak berbapak
dan beribu dan keberadaan Allah bukan dengan cara dilahirkan.
Semua
sifat-sifat tersebut di atas yang dimiliki oleh Allah
menunjukkan bahwa Allah
tidak ada bagi-Nya tandingan serta persamaan
dengan makhluk-Nya.
Karena makhluk
adalah lemah yang membutuhkan kepada selainnya tidak mungkin menjadi sebagai
tuhan, makhluk yang memiliki tandingan tidak mungkin menjadi sebagai tuhan,
kalau tidak, semua makhluk akan menjadi tuhan-tuhan, makhluk yang dilahirkan
dan berkembang sejak dalam perut ibunya tidak mungkin menjadi tuhan dan begitu
juga makhluk yang memiliki anak tidak mungkin menjadi tuhan, kalau tidak, maka
jadilah anak-anaknya tuhan seperti dirinya.
Sesungguhnya Ilah
yang benar adalah Allah
yang Maha Esa, yang tidak beranak dan
diperanakkan, yang tidak ada tandingan bagi-Nya dari makhluk-Nya.
1. Allah
Maha Esa dengan Uluhiyah dan Rububiyah-Nya.
2. Surat ikhlas adalah surat yang
sangat agung yang setara (pahalanya) dengan sepertiga Al-Quran sebagaimana
sabda Nabi
:” Qulhuwallahu Ahad menyamai sepertiga
al-Quran”. (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Allah
disucikan dari peranakan, Dia tidak memiliki
bapak dan ibu dan tidak pula mempunyai anak.
4. Tidak ada sesuatu pun yang
menyerupai Allah
atau menyamai Allah
selamanya.
Diterjemah dari kitab: المعين علي فهم الجزء الثلاثين " " yang ditulis oleh DR. Zaid Umar
Abdullah (Dosen Tafsir dan Ilmu Quran di Universitas Malik Su’ud)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar